G. Merapi secara administratif terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Umumnya G. Merapi meletusnya setia 4 hingga 5 tahun sekali, yang tipe letusannya ditandai dengan terjadinya awanpanas. Produk hasil letusan G. Merapi tahun 2010 sekitar 150 juta m3. Sekitar 35% produk letusan G. Merapi tersebut masuk ke K. Gendol berupa aliran piroklastik dan sisanya tersebari di sung…
G. Merapi secara administratif terletak di perbatasan provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Umumnya G. Merapi meletus setiap 4 hingga 5 tahun sekali, yang tipe letusannya ditandai dengan terjadinya awan panas. Produk hasil letusan G. Merapi tahun 2010 sekitar 150 juta m3. Sekitar 35% produk letusan G. Merapi tersebut masuk ke K. Gendol berupa aliran piroklastik dan sisanya tersebar di sunga…
K. Gendol merupakan alur sungai yang paling dominan terisi oleh material letusan G. Merapi 14 Juni 2006, disamping K. Opak, K. Woro, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog dan K. Krasak. Seluruh material yang masuk ke sungai-sungai tersebut diperkirakan sejumlah 8-9 jutaan m3. Sepertiga material tersebut sudah tertranspot menjadi lahar pada masing-masing alur sungai pada musim penghujan 2006-2007.
A rain-triggered lahar occured in K.Boyong (Southern slope of Merapi volcano) on 19 February 1995. This lahar was the biggest in this channel since 22 November, 1994 Merapi eruption which left more than 2 million cubic meters of pyroclastic flow deposits as far as 6 km from the summit.