Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Bertitik tolak dari berita yang dimuat dalam B.D.G no.22, tahun ke VII edisi Juli (1976), oleh Kepala Bagian Proyek WASAPI berdasarkan laporan dari pos pengawasan Kawah Ijen di Paltuding, menyatakan bahwa G. Raung meletus pada tgl 2-8 Juni 1976.
Hujan lebat di daerah puncak G. Merapi yang terjadi pada 22 - April 1975 di sore hari, mengakibatkan banjir lahar di K. Putih. Banjir tersebut berlangsung selama 2 jam lebih, dimulai dari jam 16 18.20. Di pos Ngepos sendiri diwaktu itu hanya turun hujan kecil, ourah hujan yang tercatat ialah 25 mm.
Perdjalanan dari Bandung ke Jogjakarta dengan berkendaraan mobil (suburban). Jang berangkat dari Bandung pukul 06.00 sampai di Jogja pukul 20.00. Esok harinja meneruskan perdjalanan dengan tudjuan ke Sura-baja, dengan berkendaraan bus malam Damri Espres, berangkat dari Jogja pukul 20.00 sampai di Surabaja pukul 04.00 dini hari. Perdjalanan diland jutkan dengan tudjuan Denpasar berangkat pukul …
Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari