Zona risiko adalah peta yang menggambarkan tingkat kerugian yang mungkin terjadi pada suatu kawasan tutupan lahan akibat letusan/erupsi gunungapi. Derajat risiko didasarkan pada tingkat kerentanannya serta jenis tutupan lahannya. Dalam peta risiko bahaya saat ini yang menjadi fokus perhatian dan perhitungan adalah kwantitas jiwa manusia dan lama keberadaannya dalam kawasan tersebut.
Sejarah kegiatan G. Guntur menunjukkan bahwa letusan besar magmatik terkahir yang mengahasilkan aliran lava terjadi pada 1840, sedangkan letusan berikutnya yaitu pada 1841, 1843 dan 1847 hanya disebutkan letusan sangat besar namun tidak dilaporkan adanya aliran lava. Jadi sejak 1840 hingga 2003 gunungapi ini telah mengalami masa istirahat selama 163 tahun yang berarti telah mencapai lebih dari …
Sebagai gunungapi paling aktif di indonesia bahkan di dunia, G. Merapi telah banyak menarik banyak ilmuwan kebumian pada umumnya dan kegunungapian pada khususnya untuk mempelajari berbagai aspek tentang gunungapi tersebut. G.Merapi juga merupakan laboratorium alam kegunungapian dan salah satu Pos Pengamatan Gunungapi yang mempunyai peralatan monitoring paling lengkap di Indonesia.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan dapat terlanda oleh erupsi gunungapi baik yang berupa bahaya langsung, maupun bahaya tidak langsung daerah bahaya G. Sumbing sebelumnya telah dipetakan oleh P. Kasturian dan A. Djuhara pada tahun 1981, lemudian diperbaharui oleh S. Hamidi, A. Djuhara dan A. Martono pada 1989.
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan ini perlu kiranya dilakukan usaha untuk membantu penyusunan tata ruang dan tata guna lahan di daerah gunungapi sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin, namun risiko bahaya gunungapinya dapat ditekan seminimal mungkin.
Secara administratif gunungapi ini termasuk dalam wilayah kabupaten Bondowoso di sebelah timur, kabupaten probolinggo di sebelah Utara, Kabupaten Jember di sebelah selatan dan kabupaten lumajang di sebelah Barat Provinsi Jawa Timur. Secara keseluruhan luas wilayah daerah kawasan rawan bencana mencapai 37,5 km persegi untuk kawasan rawan bencana II (warna merah) dan 75 km persegi untuk kawasan r…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Ndetu Napi dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219…
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi Sukaria dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, pada Pelita VI Tahun Anggaran 1998/1999 tahun ke 5. Pemetaan ini dilakukan oleh Seksi Pemetaan Daerah Bahaya, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi. Team pemeta terdiri atas Rudy D. Hadisantono, M.S. Santoso dan A.D. Sumpena dengan SPPD no. 219/04…
Tulisan ini merupakan realisasi dari usulan penulis rencana pemetaan geologi daerah Gunungapi Banda Api, disampaikan pada Agustus 1990, pada Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi yang diajukan dalam Pelita V tahun anggaran 1990/1991. Jenis pekerjaan adalah pemetaan geologi gunungapi di daerah P. Gunungapi Banda Api, P. Neira, dan P. Lonthor. Tujuan sejarah geologi pembentukan agar…
Maksud penyelidikan ini adalah suatu usaha untuk mendapatkan struktur yang kemungkinan mengandung sumber mineral "uap alam" atau sumber panasbumi dalam hal memanfaatkan tenaga uap panasbumi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat. Penyelidikan cara gayaberat menyangkut pengukuran besarnya medan gaya berat pada permukaan bumi, yang kemudian menafsirkan struktur geologi bawah permukaan. da…