Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Sub Bagian proyek pemetaan daerah bahaya gunung api. Saudara Samud Wikartadipura dengan SPDD n 1273/P/81, Sdr. A. D. Sumpena dengan SPPD n 1271/P/81 dan saya dengan SPPD n 1272/P/81 ditugaskan ke G. Sempu termasuk kedalam provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa. Puncaknya berketinggian +1549 m sedangkan Kawah Masem +1420m-1360m. Cara pencapaiannya dari Kot…
Pemetaan G. Colo di P. Una-una salah satu rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunung api Proyek Pemetaan Geologi Gunung api untuk tahun 1983/1984. Karena letusan G. Galunggung, maka rencana tersebut baru bisa dilaksanakan Februari - Maret 1984. Bahaya lahar di sekitar G. Galunggung dalam tahun 1983 semakin meningkat sehingga keberangkatan tim ke G. Colo di tunda. Letusan G. Colo …
Gunung Klabat termasuk gunung yang berada di provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa, dengan posisi geografi 1 (derajat) 28' LU dan 125 (derajat) 02' Bt. Ketinggian puncaknya kurang lebih 1995 mdpl. Untuk mencapai puncaknya pendakian dapat dilakukan dari dua tempat diantaranya dari airmandidi (sebelah barat daya) dan dari Klabatkasenangan (Sebelah Utara).
Kunjungan ke G.Ruang kali ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahaya letusan secara langsung maupun tak langsung, yang diakibatkan waktu terjadinya letusan. Peta daerah bahaya sementara yang sudah ada hanya merupakan hasil kompilasi (literatur) serta sejarah letusan yang lampau. Sedangkan maksud dari pada pembuatan peta daerah bahaya sementara yang baru pa…
Kunjungan ke G.Karangetang, P.Siau kali ini dimaksudkan untuk mengetahui serta membatasi daerah yang dapat terkena bahan letusan secara langsung maupun tak langsung. Peta daerah bahaya sementara yang sudah di siapkan dalam 1971 merupakan hasil referat sejarah letusan, sedangkan pembuatan daerah bahaya kali ini berdasarkan pengecekan langsung di lapngan Selain dari pada itu dilakukan pencatatan …
Kunjungan dalam 1980 ini dimaksudkan untuk melihat Peta Daerah Bahaya sementara yang ada secara langsung di lapangan sehubungan permintaan Pemerintah Daerah Bitung mengingat rencana perluasan tatakota serta pengembangan lingkungan daerah tersebut. Secara kebetulan saja, daerah bahaya G.Tongkoko ini termasuk daerah cagar alam atau hutan lindung yang sampai saat ini masih belum berpenduduk. Hanya…
Dalam rangka pemeriksaan G. Matalelu pada bulan April 1076, Sdr. Rivai Chaniago B.Sc dan penulis sempat mengadakan peninjauan ke G. Colo di pulau Una Una, selama 4 hari. P. Una Una terletak pada posisi geografi 121 derajat 36 menit Bujur Timur dan 0 derajat 10 menit Lintang Selatan, yaitu di teluk Tomini, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Pencapaiannya dari Poso menggunakan perahu motor, yang da…
Surat dari pemerintah daerah tingkat I Sulawesi Tengah tertanggal 15 Maret 1976, No. Ditbang 2/55/481, tentang letusan G. Natalulu, menyebutkan antara lain; 1) Batu bara dari puncak gunung semakin banyak di sekitar kaki gunung dan berbau belerang; (2) Semburan api keluar, pohon pohon dipuncak gunung terbakar; (3) Di waktu siang hari nampak asap mengepul di puncak gunung; (4) Gunung tersebut pad…
Pasca letusan G. Inelika 11 Januari 2002, telah merubah anggapan masyarakat setempat terhadap keberadaan G. Inelika yang sebelumnya hanya menganggap sebuah bukit (gunung) mati dan dapat diperlakukan apa saja, kini masyarakat telah sedikit banyak mulai ''memperhitungkan" keberadaanya, hal terbukti ketika Tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geolohi mewawancara mereka pada tanggal 27 da…
Selama ini seismisitas masih menjadi faktor terpenting dalam menentukan tingkat aktivitas menjelang krisis. Namun pada erupsi 2006, disamping data seismik, data EDM juga berperan dalam penentuan tingkat aktivita G. Merapi. Aktivitas baru yang mengarah ke letusan tanggal 14 Juni 2006 sebenarnya sudah terdeteksi dari perubahan yang nampak pada data pengukuran EDM dari Pos Babadan tahun 2003.