G. Lokon merupakan ujung paling Utara deretan gunung api di Minahasa, di samping G. Mahawu. Puncak gunung ini yang sesungguhnya (s.113 dan s.115) adalah datar, tidak mempunyai lubang kawah. Kegiatan-kegiatan juga tercatat sejak abad permulaan hingga tahun 1800 ialah pada kawah Empung. Kegiatan-kegiatan disinilah yang menyebabkan jatuhnya korban manusia penduduk setempat.
Suatu bencana alam telah terjadi di P. Siau dalam bulan februari sampai april 1974. Sebenarnya gempa bumi yang menimbulkan bencana tersebut, tetapi karena terjadi pula letusan gunung api Siau (nama setempat G. Karangetang) yang disertai dengan lelehan lava, penduduk menyangka bahwa bencana berhubungan erat dengan peletusan tersebut. Penduduk mengungsi karena gempa bumi kuat terus menerus terjad…
G. Banda Api yang merupakan ujung dari jalur gunungapi yang disebut "Busur Banda" baru pertama kali ini diamati kegiatan gompabuminya dengan sebuah seismograp elektromagnit yang cukup peka. Pengamatan yang terus menerus secara tetap dilakukan dengan sebuah seismograp mekanik "SPINDLER & HOYER". Pengamatan yang dilakukan pada kesempatan ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kegiatan gempa …
Pulau-gunungapi Teon, Nila dan Serua di Maluku Tengah yang masing-masing berukuran lk. 2xl½, 4x3 dan 4xl persegi hampir seluruh daratannya 'disita' oleh kerucut-kerucut gunungapinya dengan lereng yang curam langsung ke laut. Hanya sedikit sekali tanah datar yang dapat untuk mendirikan tempat pemukiman yang wajar.
In August, 1984, Robert Y. Koyanagi, Seismologist, and George Kojima, Electronics Technician were missioned to Indonesia to evaluate the radio telemetered seismic network (RTS) at Merapi Volcano Observatory located at Yogyakarta in Central Java.
Dataran tinggi Dieng mempunyaib ketinggian rata-rata sekitar 2000m di atas muka laut. Dataran ini memiliki bayak kerucut, kawah, danau, sumuran dan rawa yang diduga bekas letusan.
Peramalan letusan gunungapi merupakan suatu tugas yang sangat sulit untuk dicapai ketepatannya. Oleh karena itu un-tuk mendukungnya diperlukan sebanyak mungkin hasil pengamat-an gejala vulkaniknya. Khususnya G. Lamongan yang relatif 'sering' menghasilkan letusan samping dibandingkan dengan gunungapi lainnya, segala gejala vulkaniknya perlu diamati secara sinambung. Tetapi pada waktu ini baru te…
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 m dml. Diapit o-leh G. Tengger dan Hiyang Argopuro.
G. Lamongan merupakan sebuah gunungapi yang diapit oleh dua buah gunungapi besar, yaitu G. Iyang Argopuro di sebelah timur dan G. Tengger di sebelah Barat.
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 dml. Diapit oleh G. Tengger yang merupakan sebuah kaldera dan G. Hiyang Argopuro, gunungapi yang sudah dianggap sudah padam.