G. Lokon secara administratif berada dalam wilayah kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara Geografi berada pada 1° 21,5' Lintang Utara dan 124° 47,5 Bujur Timur. Dalam klasifikasi gunung api aktif di Indonesia umumnya disebut G. Lokon - Empung. Memang terdapat dua bentuk gunung yang menonjol pada jarak lk. 2,2 km satu dari lainnya. Karena memiliki bentuk yang me…
G, Ruang dengan ketinggian 714 m dari permukaan laut termasuk gunungapi aktif bertipe strato yang terletak kurang lebih 2 km sebelah barat daya P, Tagulandang Sulawesi Utara, pada posisi geografi 2°17' LU dan 125° 25,5', seperti terlihat pada gambar 1.1. Gunung ini telah dikenal sejak tahun 1603, tetapi peningkatan kegiatannya baru diketahui pertama kali tahun 1808. Akibat letusan yang terjad…
G. Lokon yang terdiri dari Puncak Lokon dan G. Empung merupakan gunung api aktif yang letusannya telah dikenal sebagai eksplosif. Frekuensi letusannya menunjukan peningkatan terhadap selang waktu terjadinya letusan. Hal ini dapat dilihat dari sejarahnya dimana sebelum th.1800 mempunyai selang waktu letusan yang sangat lama (400th), meningkat 2 kali terjadi letusan dalam kurun watu 100 tahun kem…
G. Ebulobo dengan ketinggian puncak kurang lebih 2149 m dari muka laut termasuk gunungapi Tipe A. Sepanjang kegiatannya, sudah 7 kali mengadakan erupsi yaitu tahun 1830, 1888, 1910, 1924, 1938, 1941, 1947 dan 1961. Aktivitas vulkanik pada bulan Maret 1961, dari puncak terlihat asap kehitam-hitaman disertai guguran api. Guguran lava pijar berasap sering tampak meluncur disertai suara kemuruh di …
Gunung Banda Api adalah salah satu dari gugusan pulau-pulau Banda Neira )P. Lontor, Nier, Run dan Pulau Hatta) yang mempunyai luas 7,4 km2, tinggi 641 m dpl. Selama 4 abad terakhir ini paling tidak terjadi 24 erupsi, termasuk yang berlangsung pada tanggal 9 Mei 1988. Hanya 4 peristiwa diantaranya yang menimbulkan korban, yaiyu 1598, 1615, 1690 dan 1988. Pada letusan tahun 1988 dilaporkan 4 oran…
G. kelimutu dikenal juga sebagai Geli Mutu adalah dari tipe gunungapi strato terletak di Kabupaten Ende, Flores Tengah. Dipuncaknya dengan ketinggian 1640 m terdapat 3 krater yaitu Tiwu Ata mBupu, Tiwu Nua Muri Kooh Fai, Tiwi Ata Polo. Terdapat komplek gunungapi kearah timurlaut kaldera Sukaria. Komplek gunungapi ini mempunyai lembah yang mudah berkembang kearah timur.
Gunung Inie Lika, Gou, terletak disebelah timur Bajawa, merupakan bagian dari kaldera Bajawa, dengan ketinggian bervariasi antara 600 - 1000 m diatas muka laut. Secara administratif lokasi Gunung Inea Lika, termasuk Kecamatan Aimere, Kabupaten TkII Ngada, Propinsi Nusat Tenggara Timur. Gunung Inea Lika, secara geologi muncul pada batuan dasar napal dan lempung dari formasi Kiro berumur Tersier.
G. Semeru merupakan gunungapi tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi dinamai Mahameru (+3676 m dpl) yang merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah tua G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko.
G. Sundoro dengan tinggi puncaknya 3150 m dari muka laut termasuk gunungapi tipe A. Letusan G. Sundoro tercatat dalam sejarah sejak tahun 1808. Letusan atau lebih tepat peningkatan kegiatan terakhir berlangsung Tahun 1970. Pada tanggal 21 Oktober 1970, gempa terasa menggetarkan Desa Sigedang yang terletak 4,5 km di Barat Laut Kawah.
G. Semeru termasuk gunungapi Tipe A yang paling aktif kegiatannya. Puncak tertinggi G.Semeru dinamai Mahameru (+ 3676 m dpl) merupakan tempat tertinggi di Pulau Jawa, merupakan dinding kawah G. Semeru. Kawah muda yang aktif sampai sekarang terdapat di sebelah tenggara dari Mahameru yang dikenal dengan nama Jonggring Seloko,