Kunjungan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Nationaal Archief Den Haag (NAN) ke Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL)

Pada Selasa (1/9/26). Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) menerima kunjungan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Nationaal Archief Den Haag (NAN). Pertemuan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas arsip statis (arsip permanen untuk disimpan selamanya) sebagai sumber sejarah, khususnya arsip berbahasa Belanda yang berada di luar ANRI. 

Kepala Bagian Umum PATGTL Dedi Irawan menjelaskan bahwa PATGTL memiliki arsip Era Hindia-Belanda khususnya terkait Pengeboran Air Tanah di Indonesia. Pihaknya mengaku siap mendukung dan memberikan informasi yang dibutuhkan ANRI dan NAN dalam pendataan arsip berbahasa Belanda yang dimiliki PATGTL.

Sementara itu, Perwakilan ANRI Dwinta Meigita mengatakan maksud kunjungannya adalah untuk melakukan pendataan arsip statis berbahasa Belanda di luar ANRI.

“Arsip berbahasa Belanda yang ada di PATGTL merupakan lokus baru, kami akan melakukan pendataan dan selanjutnya akan dibuat Guide Book Arsip yang antara lain memuat data pencipta arsip, jumlah arsip dan bagaimana kondisi arsip,” ungkapnya.

Guide Book Arsip merupakan sarana bantu untuk penemuan kembali arsip statis yang merangkum berbagai khazanah arsip berbahasa Belanda yang tersimpan sebagai entitas penyimpan arsip.

Lebih lanjut, Arsiparis PATGTL Ayu Fadhillah memaparkan tentang Rekonstruksi Arsip Pengeboran Air Tanah Era Hindia-Belanda yang telah dilakukan PATGTL. Hasil yang didapatkan antara lain: 

1) Arsip tertua pengeboran air tanah di PATGTL tahun 1851 di Celebes, Makassar,
2) Total terdapat 90.806 lembar atau 162 boks,dan
3) Terdapat kurang lebih 1.180 titik sumur bor yang tersebar diseluruh Indonesia 

Kunjungan tersebut merupakan langkah awal koordinasi antara PATGTL, ANRI, dan NAN untuk pendataan dan pengelolaan arsip lebih lanjut.

#PATGTL #BadanGeologi #ANRI #NationaalArchief #AirTanah #ESDM


Ikuti Berita Kami