LAPORAN KHUSUS
Nomor : 1159.Lap/GL.03/BGL/2026
Tanggal 4 Juli 2026
KONFIRMASI VIDEO HOAKS G. ANAK KRAKATAU
TANGGAL 4 JULI 2026
Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif tipe A di perairan Selat Sunda, yang secara administrasi masuk kedalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Meskipun demikian, pengamatan Gunungapi Anak Krakatau dilakukan melalui 2 pos pengamatan gunungapi, yaitu Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Catatan sejarah tahun 1883 adalah peristiwa erupsi besar yang menghasilkan tsunami. Selain itu, goncangan gempa bumi memicu erupsi Anak Krakatau dan longsoran sebagian tubuh Anak Krakatau yang menimbulkan tsunami di kawasan Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Setelah peristiwa itu, seri erupsi berskala rendah terus berlangsung sebagai fase konstruksi pertumbuhan kembali Gunungapi Anak Krakatau hingga 16 Desember 2023. Jeda erupsi masih berlangsung hingga saat ini.
Namun demikian, Gunungapi Anak Krakatau terus memperlihatkan aktivitas magmatik berenergi rendah. Beredar di media sosial sebuah video yang diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang direkam dari atas kapal. Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini, sehingga informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar). Berdasarkan data pemantauan, Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi sejak 2 Juli 2026 yaitu tanggal 2 Juli 2026 pada pukul 14:05 WIB dan 3 Juli 2026 pada pukul 11:50 WIB. Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia.
Selain itu, beredar pula informasi yang menyebutkan bahwa jarak rekomendasi Gunung Anak Krakatau adalah 5 km. Informasi tersebut tidak benar. Rekomendasi resmi yang berlaku saat ini adalah masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diharapkan selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas.
Rekomendasi teknis Level III (SIAGA) Gunungapi Anak Krakatau, adalah :
1. Masyarakat di sekitar G. Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
2. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
3. Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan G. Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).
4. Masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunungapi Anak Krakatau melalui aplikasi/website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (www.vsi.esdm.go.id), Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id), dan media sosial Badan Geologi (Facebook, X, dan Instagram), serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
a.n Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria
Lampiran 1
Erupsi Gunungapi Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 02 Juli 2026 pukul 14:05 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
Erupsi Gunungapi Anak Krakatau, Lampung pada hari Jumat, 03 Juli 2026, pukul 11:50 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi 32 detik.