Menjawab Aspirasi Publik, Museum Geologi Perkuat Kompetensi Geologi Guru IPS Subang

Museum Geologi kembali menyelenggarakan Sarasehan Geologi Populer (SGP) pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Museum Geologi pada pukul 09.00 – 12.00 WIB. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi Geologi untuk Guru-Guru IPS Kabupaten Subang” dan diikuti oleh 55 guru IPS serta perwakilan pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.   

Penyelenggaraaan SGP kali ini memiliki makna khusus karena merupakan salah satu bentuk implementasi dari hasil Forum Konsultasi Publik (FKP) Museum Geologi tahun 2025. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan peningkatan kompetensi di bidang geologi bagi guru IPS di Kabupaten Subang. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Museum Geologi melalui kegiatan edukasi yang mempertemukan para pendidik dengan narasumber di bidang kebumian.   

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Museum Geologi, Rd. Isnu Hajar Sulistyawan. Dalam sambutannya, Isnu menyampaikan bahwa penyelenggaraan SGP ini merupakan bentuk komitmen Museum Geologi dalam merespon dan mewujudkan masukan masyarakat yang telah dihimpun melalui FKP. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru memiliki peran penting karena pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada siswa di lingkungan sekolah masing-masing.  

Sementara itu, Ketua MGMP IPS Kabupaten Subang, Eka Tresnawati, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Museum Geologi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan untuk mengikuti SGP memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi para guru IPS, khususnya dalam memahami aspek-aspek geologi yang relevan dengan pembelajaran di sekolah.   

Materi pertama disampaikan oleh Halmi Insani, seorang Penyelidik Bumi Ahli Pertama di Museum Geologi. Materi dengan tajuk “Geologi Subang” dibawakan olehnya supaya dapat memberikan pemahaman kepada peseta mengenai kondisi dan karakteristik geologi wilayah Kabupaten Subang. Selain itu, sebagaimana keahliannya di bidang Paleontologi, Halmi pun menyampaikan mengenai pengetahuan tentang fosil khususnya yang ditemukan di Kabupaten Subang, sehingga para peserta dapat memperkaya pengetahuan dalam mengaitkan materi pembelajaran IPS dengan kondisi lingkungan dan fenomena kebumian yang berada di sekitar peserta didik.   

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan materi “Sesar Lembang dan Sesar Baribis”. Materi ini disampaikan oleh Yudhicara, Penyelidik Bumi Ahli Madya yang bertugas di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Informasi diawali dengan pemahaman tentang tektonik lempeng terlebih dahulu kemudian mengerucut pada fenomena Sesar Lembang dan Sesar Baribis. Dalam pemaparannya, Yudhicara pun menyampaikan mekanisme terjadinya gempa bumi dan sesar.   

Antusias peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta secara aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber mengenai berbagai fenomena geologi yang berkaitan dengan wilayah Subang. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai ilmu kebumian sekaligus menghubungkannya dengan kontesk pembelajaran di sekolah. Sesi diskusi dan tanya jawab ini dipandu oleh Moderator, Agustina.    


Melalui Sarasehan Geologi Populer ini, Museum Geologi tidak hanya menjalankan fungsi edukasi dan penyebarluasan informasi kebumian, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat melalui tindak lanjut yang konkret atas aspirasi publik. Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana Forum Konsultasi Publik dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi tenaga pendidik sebagai salah satu ujung tombak dalam menyampaikan pengetahuan kepada generasi muda.  

Ke depan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para guru peserta diharapkan dapat diteruskan kepada siswa di sekolah masing-masing, sehingga informasi mengenai geologi, lingkungan dan kebencanaan dapat semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Museum Geologi tidak hanya menjadi tempat untuk mengenal koleksi dan sejarah bumi, tetapi juga terus hadir sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran kebumian bersama masyarakat.   

Museum Geologi! Smart Museum, Smart People, Smart Nation.   

Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom

Ikuti Berita Kami