KEJADIAN AWAN PANAS GUGURAN DI G. SEMERU, JAWA TIMUR

LAPORAN KHUSUS

Nomor: 110 Lap /GL.03/BGL/2026

KEJADIAN AWAN PANAS GUGURAN DI G. SEMERU, JAWA TIMUR

Gunungapi Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur, hingga pertengahan Januari 2026 masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas vulkanik gunungapi ini masih tinggi dan ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh.5000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, pada hari ini teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai sekitar 5.000 meter dari puncak ke arah tenggara. Selain itu, selama periode 7–14 Januari 2026, awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material.

Aktivitas kegempaan didominasi oleh Gempa Letusan, Gempa Guguran, Gempa Hembusan dan Tremor Harmonik. Gempa-gempa yang terekam mengindikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan G. Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan. Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) berfluktuasi dengan nilai simpangan yang besar, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan. Pemantauan deformasi menunjukkan pola yang relatif stabil, diinterpretasikan bahwa tidak terjadi peningkatan tekanan di dalam tubuh gunungapi.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka tingkat aktivitas G. Semeru tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi utama agar masyarakat, pengunjung, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari Kawah Jonggring Seloko, serta tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak ke arah tenggara yang dapat meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan

 Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

a.n Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Plt. Kepala Badan Geologi
Lana Saria

LAMPIRAN 1

Visual dan Rekaman Gempa Awan Panas G. Semeru pada 14 Januari 2025

LAMPIRAN 2

Grafik jumlah gempa dan variasi kecepatan seismic (dv/v) G. Semeru periode 1 Januari 2022 – 13 Januari 2026

LAMPIRAN 3

Grafik Tiltmeter St.Argosuko dan Jawar periode 1 Januari 2022 – 14 Januari 2026 serta arah vektor dan baseline deformasi stasiun GPS di G. Semeru periode 13 Juli 2025 – 13 Januari 2026


LAMPIRAN 4


Ikuti Berita Kami