Site Museum Tritik Mendorong Nganjuk Semakin Melesat

Nganjuk, 20 Desember 2025. Site Museum Tritik di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk resmi dibuka pada Kamis (18/12).  Pemotongan pita oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro dan Sekretaris Badan Geologi, Iman K. Sinulingga menjadi tanda peresmian Site Museum yang disaksikan pula oleh masyarakat Desa Tritik dan para pejabat setempat. 

Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan dalam laporannya menyebutkan bahwa keberadaan Site Museum Tritik tidak lepas dari peran masyarakat, unsur-unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, serta Badan Geologi Kementerian ESDM. Diawali dengan laporan penemuan fosil oleh masyarakat kepada Badan Geologi pada tahun 2023, kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan pengumpulan data informasi geologi wilayah Tritik dan sekitarnya oleh para ahli geologi Museum Geologi selama dua tahun terakhir dan berhasil mengungkap potensi kekayaan informasi geologi yang luar biasa, diantaranya adalah kerangka fosil Stegodon trigonochepalus

Pengembangan Site Museum merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Badan Geologi untuk mendukung kemajuan wilayah yang memiliki sumber daya geologi sebagai awal dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri di masa yang akan datang. Iman K. Sinulingga dalam sambutannya menyampaikan harapan bahwa Site Museum ini dapat menjadi wadah kerja sama lebih kuat dalam rangka peningkatan upaya konservasi dan kapasitas pendidikan masyarakat serta pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. “Keberadaan Site Museum ini diharapkan akan menjadi wadah kerja sama lebih kuat dalam rangka peningkatan upaya konservasi dan kapasitas pendidikan masyarakat serta pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat”, ujar Iman. 

Trihady Cahyo Saputro pun menyampaikan apresiasi atas terwujudnya Site Museum di Desa Tritik sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengedukasi masyarakat tentang potensi kekayaan geologi dan sejarah Nganjuk. “ini bentuk komitmen kita bersama untuk menunjukkan bahwa Tritik luar biasa kaya, baik dari sisi sejarah geologi maupun prasejarah. Penataan interior dan koleksi difasilitasi Badan Geologi dan disusun sesuai kaidah ilmiah”, ujar Trihandy. Dalam kesempatan yang sama diselenggarakan juga acara Collection Talk dengan tema “Membangun Sinergi dan Kerjasama Dalam Pengelolaan Site Museum yang Berkelanjutan”. Hadir sebagai narasumber adalah Kepala Museum Geologi, R. Isnu Hajar Sulistyawan; Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk, Amin Fuadi; Perencana Ahli Muda Kementerian DPDT, Agus Rio Permana dan Perencana Ahli Pertama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Nurul Selen Azizah.


Acara yang dikemas dengan konsep talkshow tersebut menampilkan informasi dan diskusi tentang bagaimana Site Museum Tritik ini dapat terwujud, pengelolaan ke depannya sehingga dapat berdaya guna terhadap warga setempat maupun masyarakat umum, support Kementerian DPDT dalam pemberdayaan ekonomi desa dan pengembangan Site Museum yang termasuk ke dalam prioritas nasional. Harapannya dengan talkshow ini dapat memberikan wawasan dan menumbuhkan inspirasi dalam mengingkatkan sinergi serta kerjasama yang berkelanjutan terhadap pengelolaan Site Museum Tritik. 

Keesokan harinya yaitu Jumat (19/12) diselenggarakan acara Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan di Balai Desa Tritik, Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Acara tersebut dihadiri oleh pegiat dan perwakilan masyarakat Desa Tritik serta Pengelola Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk. 

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan tindak lanjut dari peresmian Site Museum Tritik. Acara ini merupakan pembinaan bagi masyarakat di sekitar Site Museum Tritik mengenai tata kelola dan pelatihan pemanduan. Hadir sebagai narasumber yaitu Ifan Yoga Pratama Suharyogi yang menyampaikan materi tentang Tata Kelola Koleksi, Kemudian Erwan Setiawan yang menyampaikan materi tentang pemanduan.


Kepala Museum Geologi menyampaikan bahwa acara Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan bentuk pendampingan Museum Geologi untuk Site Museum Tritik. “ini menjadi langkah awal bagi Museum Geologi untuk mendampingi penyiapan sumber daya manusia yang nanti akan melakukan pengelolaan dan pelayanan di Site Museum Tritik”, ujar Isnu. 

Maka ke depannya Museum Tritik dapat memberikan manfaat dan dampak terhadap perkembangan juga peningkatan kapasitas ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Nganjuk, khusunya Tritik serta dapat melengkapi koleksi dari Site Museum – Site Museum di seluruh Indonesia yang dikembangkan oleh Museum Geologi.

Penulis: Anita Kusumayati, S.I.Kom

Ikuti Berita Kami