Amburombo atau Keo Peak ada didaerah Nage dalam wilayah Ngada, Flores-Barat, yang terbanyak gunungapi giat. Dari puncaknya yang lancip dan gundul, yang selalu mengepul jambul-asap putih, mempertunjukkan taraf-fumarola giat. Bentuk dan bangunan Inie Rie terdapat persesuaian dengan G. Semeru atau Cikurai di Jawa. Ada pada Puncak Amburombu, maka orang ingat akan bandingannya kepada G. Merapi di Jo…
Gunung SIrung ini merupakan gunung terakhir dalam rangka tugas pemetaan daerah bahaya dan penelitian puncak dari empat gunungapi di Pulau Flores. Setelah selesai melakukan pekerjaan di daerah G. Ili Werung (Pulau Lomblem) rombongan menuju ke rumah wakil Camat Atede di Waiteba untuk menunggu jemputan perahu layar Pulau Pantar, yang surat permohonannya telah dikirim kepada Camat Kabir beberapa ha…
Adapun maksud pemeriksaan jang diadakan ialah pemeriksaan volkanologi, mengingat telah beberapa tahun tidak diadakan peməriksaan terhadap kegiatan gunung tersebut ini. Djadi untuk mengetahui perkembangan kegiatannja dan berkenaan dengan adanja pemeriksaan lain2 gunungapi didaerah Flores, maka sesuai dengan rentjana, dalam bulan Oktober 1960 pemeriksaan dapat dilakukan walaupun dalam waktu jang…
Gunung Inie Irie adalah gunungapi tertinggi di Flores, disini dipenuhinya peranan yang sama seperti "G. Semeru" di Jawa, yang sangat dimiripinya pula, meskipun sejauh diketahui kurang giat.
Kawah Tambora adalah sebuah kawah jang terhitung besar dan solfatarennja masih "giat". Sekeliling tepi kawah banjak terdapat belahan2 tanah terdiri dari batu2 besar jang ada kemungkinan akan gugur kedalam kawah djika ada gempa atau lain2 getaran tanah jang hebat.
Ile Boleng tinggi 1659 M dalam daftar gunung2 berapi dari Indonesia No. 106, termasuk gunung berapi type A jang berarti bahwa dalam zaman historis pernah mengadakan erupsi effusip dan ber-dasarkan susunannja adalah sebuah gunung berapi berlapis-lapis (Strato-vulkaan). Menurut perbandingan, bagian2 aliran lavanja lebih banjak dari bagian2 lapisan bahan2 efflatanja jang merupakan brekei vulkanis …
Letusan Gunungapi Lereboleng yang diketahui dari sejarah terjadi pada tahun 1873 di kawah XXIV, tahun 1876 di Kawah XXVI, dan tahun 1881 di Kawah XXVI. Produk letusan berupa abu dan lemparan batu. Sejak tahun 1881 sampai sekarang (2006) G. Lereboleng belum pernah meletus lagi. Artinya gunungapi ini telah beristirahat sangat lama. Selama itu pula tingkat aktivitasnya berada pada aktif normal. Na…
Berhubung disiarkan berita melalui Radio Republik Indonesia Djakarta pada tgl. 7 Pebruari 1969 dan beberapa harian di Djakarta bahwa G. Ija meletus lagi pada tgl. 4 Pebruari 1969, maka penulis bersama Sdr. Nasum ditugaskan oleh Kepala Dinas Volkanologi atas hama Direktur Geologi ke G. Ija di Endeh (Flores), atas permin-taan Dirdjen Bentjana Alam dan Dana Bantuan Sosial. Penugasan ini dimaksudka…
Laporan penghitungan volum sisa endapan ladu didalam anak2 sungai T. Unda dan T. Buhu ( dilakukan sedjak tgl. 23 s/d tgl. 30 Djuni 1969), beserta gradien anak sungai. Penghitungan volum sisa endapan ladu telah ditetapkan titik², ditempat mana dibuat penampang2 melintang.