G. Dempo merupakan gunungapi aktif tipe A yang letusan atau kegiatan vulkaniknya umumnya melemparkan lumpur (letusan freatik ?), menghancurkan kayu-kayu di daerah puncak dan menimbulkan hujan abu di sekitar gunungapi. Menurut catatan sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan vulkanik G. Dempo tercatat sejak tahun 1818 sampai saat ini terjadi lk. 19 kejadian. Derajat bahaya gunungapi erat kait…
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi telah melaksanakan pemetaan geologi G.Burni Telong yang menggunakan peta berskala 1 : 50.000. Tim pemeta terdiri dari 4 orang yaitu Deddy Suhadi, Waziel Effendi, Wawan Irawan dan M.N.Kartadinata. Waktu yang digunakan selama pemetaan ini kurang lebih 1 bulan, yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober…
Dalam triwulan I anggaran pembangunan Proyek Pengama-tan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi 1993/1994 Regu Informasi dan Penyuluhan gunungapi diberangkatkan ke G.Kaba selama 15 hari terhitung dari tanggal 1 Mei 1993 sampai dengan 15 Mei 1993, sebanyak 6 orang bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai bahan informasi. Sehubungan dengan G. Kaba tergolong masih aktif, maka dalam usaha penanggula…
Secara geografis Gunung Marapi (G. Marapi) terletak pada posisi 0°22′47,72" LS dan 100°28′16,71" BT termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Tinggi puncaknya 2891,3 m dari permukaan laut atau sekitar 2000 m dari dataran kota terdekat Bukittinggi (Gb. 1).
Gunung Dempo adalah gunungapi tertinggi di Sumatera Selatan, termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Pagar Alam, Jerai, Muaropinang dan Tanjungsakti, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografi terletak pada 04° 02′ Lintang Selatan dan 103° 08′ Bujur Timur
Panasbumi merupakan salah satu energi alternatif, yang dapat digunakan sebagai pengganti energi konvensional. seperti minyak bumi, gas dan batubara. Penyelidikan di bidang Panasbumi akan berguna sekali dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam, untuk dapat digunakan semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan akan energi baik dimasa kini dan dimasa yang akan datang.
Tulisan ini dimaksudkan sebagai laporan kerja lapangan daerah G. Tandikat dan sekitarnya, sebagai realisasi pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi pada akhir Pelita VI tahun anggaran 1994/1995 yang dilaksanakan oleh Seksi Penginderaan Jauh, Sub. Dit Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi
Ancaman bencana alam geologi sering terjadi di daerah-daerah di kepulauan Indonesia pada umumnya. Khususnya di P. Sumatera ini sering terjadi di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, baik berupa tanah longsor yang sering diikuti dengan banjir bandang, gempa bumi maupun letusan Gunungapi.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit. Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1994/1995 melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak Gunung Sorik Marapi di Sumatera Utara. Tujuannya yaitu mendapatkan Peta Situasi Topografi Puncak guna menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian Pemetaan geologi/daerah bahaya serta penelitian lainya mengenai Gunung Sorik Marapi dilingkungan Direktorat Vulkano…
Dalam Pelita V tahun anggaran 1989/1990, Seksi Penanggulangan Bahaya, Sub Dit Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya ke G. Dempo selama 30 hari mulai 31 De- sember 1989 sampai 29 Januari 1990.