Pada umumnya letusan bersiaft esploisf, berupa letusan gas atau asap, yang menyemburkan abu, pasir, lapilli kadang - kadang dengan pelontaran bongkah batuan (bom vulkanik). Letusan membawa lelehan lava terjadi antara th 1888 hingga 1919.
Pemetaan topografi puncak G.Marapi Sumatra yang terbaru dilakukan oleh "Pegawai Dinas Gunung Berapi" pada tahun 1951 (peta pemeriksaan Gunung Merapi Sumatra).
Surat perintah No. 3670/S/1976 tertanggal 30 Desember 1976 menitik beratkan untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan Anak Krakatau atau Gunung Sunter (Kusumadinata 1973).
Berdasarkan radiogram dari Gubernur KDH Tk I Banda Aceh nomor 546.1/6783 tanggal 12 Maret 1979 dan permintaan tertulis dari Gubernur KDH Inti mewa Aceh, tanggal dan nomor sama seperti tersebut di atas. Isinya menyatakan bahwa sebuah gunungapi yang terletak disebelah Timur Kecamatan Geumpang, pada tanggal 9 Februari 1979 jam 16.00, menyemburkan abu, mengeluarkan asap dan terjadi letusan kecil.
Tanggal 16 Oktober, A. Roohanan, Sadjiman dan penulis dengan SPD No. 4255/S/75, 4254/S/75 ditugaskan ke G. peuet sague di daerah Aceh. Maksudnya ialah untuk melakukan pemeriksaan puncaknya, sehubungan dengan berita SSB yang disamapikan Drs. juliar Thaib yang memimpin survei Geologi terintegrasi di daerah tersebut.
Sejak kegiatan tanggal 17 Maret 1975 yang lalu kunjungan ini merupakan pertama kalinya bagi petugas Volkanologi. Kesempatan diperoleh dari " Tunas Indonesia Tours and Travel" di Jakarta yang melakukan wisata ke G. Anak Krakatau dan Ujung Kulon bersama 28 orang wisatawan asing warganegara Amerika Serikat, Belanda dan Italia.
Tanggal 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari Seksi PETAPI ditugaskan ke G. Marapi, Sumatra Barat. Maksudnya ialah untuk mengumpulkan data - data letusan, melakukan pemriksaan puncaknya, mmebuat penampang - penampang melintang dari beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak (yang memungkinkan bisa dilalui oleh lahar hujan). Pekerjaan dapat diselesaikan tanggal 14 April karena beberapa sunga…
Pada 31 Maret, Ato Djuhara dan penulis dari seked PETAPI dengan SPD No. 842/S/1975, ditugaskan ke G. Merapi, Sumatera Barat. Maksudnya untuk mengumpulkan data letusan, melakukan pemeriksaan di puncaknya; dan membuat penumpang melintang beberapa sungai yang berhulu di daerah puncak, yang mungkin bisa dilalui oleh lahar hujan.
Mengingat berita gawat dari Gubernur Sumbar di Padang dan Gubernur Jambi yang menerangkan bahwa Gunung Kerinci sejak akhir juni / awal juli 1964 berkerja giat, megeluarkan asap hitam dan hujan abu dan diulangi pada tgl. 8 Juli 1964 terjadi letusan lagi dan hujan abu di sebelah Utara mencapai 30 km. Dibutuhkan bantuan team Volkanologi.
Maksud dari pekerjaan ini ialah untuk mengadakan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahaya G. Tandikat, sesuai dengan puncak dan pemetaan daerah bahay G. Tandikat, sesuai dengan Repelita tahun II.