Gunungapi Galunggung (2168 m dpl) termasuk gunungapi tipe A yang berbentuk strato, mempunyai kerucut sinder di dalam danau kawahnya yang terletak di bagian puncaknya serta kawah besar berbentuk telapak kaki kuda yang menghadap ke arah tenggara. Sebelum letusan tahun 1982/1983 terdapat beberapa kawah antara lain: kawah Guntur, kawah siang, kawah warirang, kawah karso, kawah cekok dan kawah Hejo …
G. Guntur merupakan salah satu gunungapi aktif termuda yang ada di dalam kompleks G.Guntur. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1847 berupa letusan efusif yang menghasilkan lava, dan sampai saat ini kegiatan letusan tersebut tidk/ belum terjadi lagi, yang ada berupa solfatara/fumarola. Sejak letusan terakhir hingga sekarang gunungapi ini telah beristirahat selama 154 tahun, dan selama waktu ter…
Gunung Galunggung dengan puncak tertinggi 2168 m diatas permukaan laut merupakan salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat. Gunungapi ini terletak lebih kurang 17 km sebelah barat laut kota Tasikmalaya. Bentang alam perbukitan sepuluh ribu Tasikmalaya, terbentuk sebagai akibat letusan besar 4200 tahun yang lalu [Bronto, 1989], dimana bagian timur tenggara kerucut gunungapi melongsor sehingga mem…
Gunung Gede (2958 m dpl.) termasuk gunungapi tipe A yang berbentuk strato, mempunyai beberapa kawah di puncaknya yaitu; Kawah Gumuruh, Gedeh, Sela, Ratu,Lanang, wadon dan kawah baru. Gunungapi ini membentuk gunungapi kembar dengan G. Pangrango (3019 m dpl.) yang lebih tua telah padam (Neuman Van Padang, 1951).
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Khusus daerah-daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya.
Dalam tahun anggaran 1998/1999 Direktorat Vulkanologi Sub. Dit. Pemetaan Geologi Gunung api, Seksi Penginderaan Jauh telah melaksanakan pemetaan geologi foto gunung api Ruang yang dilaksanakan oleh Deddy Suhadi dari staf Seksi Penginderaan Jauh dan Rosgandika Mulyana dari Seksi Pemetaan Geologi.
Maksud dari pemetaan geologi gunungapi lereboleng ini untuk menunjang Pelaksanaan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi yang dilaksanakan oleh staf seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub. Dit. Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada tahun anggaran 1998/1999 dengan cara melakukan Pemetaan Geologi Gunungapi Lereboleng mencakup morfologi, struktur geologi, stratigrafi serta evolusinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian yang mencakup; Geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafinya sehingga dapat diketahui sejarah/evolusi pembentukan Gunungapi Egon tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang untuk penelitian selanjutnya terutama dalam pemetaan geologi, pemetaan daearah bahaya dan disiplin ilmu lainnya.
Pada tanggal 25 Oktober 1988 sampai dengan 18 Nopember 1988, Sdr. Effendi, Sdr. M. SL. Tobing, Sdr. Nanang Rahardjo dan penulis dengan SPD No. 1359/P/88 melakukan Pengukuran Deformasi Ulang ke Gunung Galunggung, disertai Ka di Topografi dan Pengukuran Deformasi.