Tujuan penyelidikan ialah pengumpulan data geologi yang berupa stratigrafi, struktur geologi serta penyebarannya sehingga dapat diterbitkan suatu peta geologi gunungapi, dari data tersebut dapat diharapkan juga untuk melihat potensi ladang panas bumi yang mungkin dapat di manfaatkan sebagai sumber energi bukan minyak.
Salah satu hasil sampingan (sekunder) letusan G. Ga-lunggung ialah lahar. Lahar yang dimaksud ialah hasil transportasi bahan-bahan yang berasal dari endapan awan-panas (ladu), endapan jatuhan (air-fall deposits) dan ba-han yang ada sebelumnya, seperti bongkah andesit lepas, kayu dsb, diangkut oleh air hujan atau air permukaan dalam bentuk arus pekat ketempat yang lebih rendah atau menye-leweng …
Evaluasi kegiatan G. Ijen menggunakan parameter kimia dilakukan untuk mengumpulkan conto dan data kimia-fisika air dan gas selama bulan Mei/Juni 1999 dari Kawah Ijen dan sepanjang Sungai Banyupahit. Hasil analisis kimia contoh air dan gas akan dibandingkan dengan data - data sebelumnya.
Penyelidikan deformasi G. Semeru dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang adanya suatu aktivitas suatu gunungapi yang menimbulkan perubahan bentuk tubuh gunungapi dan perkembangan deformasinya juga untuk melengkapi titik - titik ukur yang telah ada sebelumnya di Argosuko agar pemantauan menjadi lebih efisien.
Penyelidikan pendahuluan ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran dan mutu bahan baku semen seperti batugamping, lempung, serpih dan batupasir kuarsa yang ada di daerah Sawahlunto dan Sijunjung. Dari penelitian ini, 77 buah conto diambil dan 58 diantaranya dianalisis secara klinis.
Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai beragam kegiatan keproyekan selama periode tahun anggaran 1997-1998 Tujuan laporan ini sendiri adalah untuk menginventarisasi potensi panas bumi dari suatu daerah, di mana daerah yang memiliki prospek tersebut dapat dihitung dengan menggunakan satuan Megawatt.
Berdasarkan pada rencana kerja Direktorat Vulkanologi, Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Pemetaan Topografi Tahun Anggaran 1999-2000, maka salah satu rencana kerja adalah melakukan pemetaan topografi Gunungapi Tangkoko (Gunung Batu Angus) Propinsi Sulawesi Utara. Maksud dari Pemetaan Topografi ini adalah melakukan kegiatan pengukuran situasi topografi di sekitar puncak yang disertai dengan pen…
Tulisan ini dibuat sebagai laporan perkembangan kegiatan penelitian Seksi Petrokimia dan Gas dari Sub Dit Analisa Gunung api yang dilaksanakan di Gunung api Ambang, Kabupaten Kotamobagu, Sulawesi Utara, mulai tanggal 13 Juni 1997 sampai dengan 8 Juli 1997. Kegiatan penelitian dilakukan sesuai dengan rencana kerja Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api Tahun Anggaran 1997/1998.
Dalam penyelidikan geologi gunungapi Ciremai ini terutama meliputi stratigrafi, penyebaran dan struktur geologi dari padanya diharapkan dapat disusun sejarah geologi gunungapi Ciremai.
Pada 3 Januari 1990 telah diberangkatkan satu tim pemetaan gunungapi ke G.Awu, P. Sangir Besar, Kabupaten daerah bahaya Sangir Talaud, Propinsi Sulawesi Utara. Regu pemeta terdiri dari dua orang petugas yaitu S.Dirasutisna (No.SPPD 941/0441/3402/89) dan A.Martono (No-SPPD 942/0441/3402/89). Pekerjaan lapangan dilaksanakan selama 50 (lima puluh) hari termasuk perjalanan selama 6 hari.