Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng kerak bumi (lempeng benua Asia, Lempeng Samudera Hindia-Benua Australia dan Lempeng Samudera Pasifik), sehingga terbentuk jalur tektonik yang menimbulkan rawan bencana geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah). Di indonesia terdapat 127 buah gunungapi aktif yang setiap saat dapat meletus dan mengancam penduduk sekitarnya.
Gunung Lokon berlokasi di Tomohon-Sulawesi Utara merupakan salah satu gunungapi yang sering meletus. Berdasarkan bentuk morfologinya, puncak Lokon berdampingan dengan puncak Empung dengan jarak antara keduanya 2,3 km sehingga merupakan gunung kembar, oleh karena itu sering disebut kompleks Lokon-Empung. Berdasarkan sejarah kegiatannya, letusan semula berpusat di Puncak Empung yang berlangsung d…
Gunungapi Lokon merupakan salah satu gunungapi aktif diantara lima gunungapi aktif yang ada di Minahasa. Dalam klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia umumnya disebut Gunungapi Lokon-Empung, hal ini disebabkan oleh adanya dua puncak gunung yang menonjol pada jarak 2,5 km yaitu antara puncak Gunungapi Lokon dan Gunungapi Empung. Aktivitas vulkanik Gununungapi Lokon terjadi pada pelana yang meng…
Gunung Lokon berlokasi di Tomohon- Sulawesi Utara merupakan salah satu gunungapi aktif diantara lima gunungapi aktif yang ada di Minahasa yang sering meletus. Berdasarkan bentuk morfologinya, puncak Lokon berdampingan dengan puncak Empung dengan jarak antara keduanya 2,3 km sehingga merupakan gunung kembar, oleh karena itu sering disebut Kompleks Lokn-Empung. Aktivitas vulkanik G. Lokon terjadi…
Gunungapi Colo yang merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Propinsi Sulawesi Tengaj dan pernah mengalami letusan yang cukup dahsyar
G. Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif yang kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguram pada kubah lavanya. Gunungapi tipe strato ini terletak di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dalam sejarah kegiatannya G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari kawah Utama, kemudia berturut-turut terjadi dari tempat yang sama pada tahun 1786, 1833, 1845,…
Letusan gunungapi mempunyai dampak posisit maupun negatif terhadap kehidupan manusia sehingga sudah sejak lama penelitian kegunungapian dilakukan para ahli. Damapk negatif berupa hilangnya jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan, menjadikan gunungapi sangat penting untuk dipelajari terutama bagaiman melakukan mitigas bencana letusan gunungapi. Penelitian mengenai mekanisme yang mem…
Gunungapi Karangetang terletak di P. Siau, puncaknya terletak pada lk. 1784 m di atas muka laut. Secara administratif berada di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Erupsi pertama G. KArangetang yang tercatat dalam sejarah terjadi pada tahun 1675 dan terakhir pada tanggal 31 Oktober 2010. Hingga tahun 2008 Gunungapi Karangetang telah meletus sekurang-kur…
G. Karangetang merupaka gunungapi paling aktif di kawasan Sulawesi Utara masih berstatus Waspada (Level II) sejak 13 Desember 2010. Pertumbuhan kubah lava yang terkadang diikuti guguran/leleran lava pijar dan kejadian awan panas guguran menjadi salah satu karakteristiknya. Dalam kegiatannya tercatat beberapa kali mengakibatkan korban jiwa. Korban terbanyak berjumlah 6 orang diakibatkan oleh awa…
G. Karangetang terletak di Pulau Siau, secara administratif termasuk kedalam wilayah Kabupaten Sitaro, Propinsi Sulawesi Utara. Peningkatan kegiatan terakhir G. KArangetang terjadi pada 18-19 Maret 2010 Desember 2010 yang menghasilkan awan panas/lava (lava avalanche) yang mengalir melalui tiga buah sungai besar yang berhulu di lereng atas bagian barat G. Karangetang, yaitu: S. Pangi/S. Kinali, …