Tulisan ini merupakan laporan kerja lapangan pengadaan bahan - bahan penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Gunung Api Slamet.
dengan adanya kegiatan vulkanuk umunya di tanah air pada waktu akhir-akhir ini (1960/1961) dan khususnya kegiatan G. Slamet pada akhir tahun 1960 sampai permulaan tahun 1961, maka oleh Djawatan Geologi/ Urusan vulkanologi metasa perlu mengadakan permeriksaan puncak G. Slamet untuk mengetahui perubahan perubahan apa yang telah terjadi sebagai akibat kegiatan vulkanik dan kemungkinan -kemungkina…
In order to make an evaluation of the economic justification of proceeding with all or part of this proposal, cost estimates and flow sheets for the construction and design of a plant or plants to produce the material indicates above, with the raw materials and the quantities stated below, are required.
A number of important phones of the investigation of te Idjen Crater Lake as a source of Eynsu and other chemicals have beon, or will shortly be completed. In view of this and since the writer shall be leaving Indonesia on April 8th for a reriod of four monthn, this opportunity is taken to bring the Bank Indistri Negara up to date on the present status of the vork on the Idjen Crater Lake project.
Pemotretan dari hasil udara diatas Gunung kelut dan daerah-daerah laharan sekelilingnya dilakukan oleh pihak P.N. Aerial survey pada tanggal 10 Mei 1966 dengan mempergunakan persawat udara B-25.
Dengan surat perintah kepala direktorat geologi No.181/S/1966 tertanggal 28 April 1966, penulis ditugaskan untuk mengadakan survey ke G. Kelut setelah terjadinya letusan dasyat dan tiba-tiba pada tanggal 26 April 1966, jam 20.15 WIB.
Menghubungi Madahansip Djawa Timur untuk mendjelaskan isi surat Kep. Bagian Volkanologi tgl.27-9-1965 No.2979, mengenai pengamatan gunungapi-gunungapi di djawa timur. Menghubungi Kamasak Kediri untuk pengawasan G. Kelut akhir-akhir ini.
G. Semeru sampai saat ini masih terus berkeja aktif sehingga membahayakan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya. Dalam hal ini bahaya G. Semeru dibagi dalam dua macam: a. Bahaya Primer (langsung); yakni bahaya letusan (erupsi) dan awan panas (nuee ardente) b. Bahaya sekunder (tidak langsung); yakni bahaya yang timbul sesudah terjadinya letusan, yaitu banjir lahar yang mengangkut bahan-…
By decree of the Director of Government enterprises dated 2 October 1914, 12011, to undersigned was instructed to undertake a business trip in order to carry out a closer investigation of the sulfur occurrence in the by Government decree reserved part of the Residency of Besuki, also t collect data for preparation of an eventual exploitation of the sulfur.