Dari sejarah letusan G.Slamet yang tercatat mulai tahun 1772 sampai tahun 1992, letusan yang terjadi hanya berupa letusan abu, letusan lava pijar dan peningkatan kegiatan seismik ( Kusumadinata, 1979).
Laporan kerja lapangan ini menitikberatkan pada pengadaan bahan - bahan atau data untuk penyampaian penyuluhan gunungapi. Dilakukan kegiatan inventarisasi dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Kw. Ijen, Banyuwangi. Kegiatan ini baru pertama kali dilakukan, dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 1994 sampai dengan tanggal 17 Mei 1994.
Pelaksanaan bimbingan atau penyuluhan gunungapi kw. ijen dilaksanakan di Kecamatan Perwakilan Sempol, Kabupaten Bondowoso. Maksud dan tujuan penyuluhan ini ialah memberikan pengertian serta pemahaman tentang bahaya letusan gunungapi, terutama kw. ijen dan sekaligus juga memberikan penjelasan tentang penyebarluasan informasi kegiatan kw. ijen kepada Pemerintah Daerah, pemuka adat, tokoh masyara…
Penyuluhan di Kabupaten Lumajang bagi para Aparat Pemerintah di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa selain instansi yang terkait dan organisasi non - pemerintah. Bimbingan digabung dengan pelaksanaan yang dilakukan bersama Departemen Pekerjaan Umum, Sabo Technical Centre, serta Pemerintah Daerah menjelaskan bahan galian gol C. di dalam kantong lahar.
Dari beberapa pemantauan visual yang dilakukan di G.Semeru, salah satunya adalah pemantauan lidah/kubah lava di puncak. Kemudian, dilakukan juga perbaikan seismograf yang rusak dan pembenahan lokasi pemasangan seismometer.
Sejarah aktifitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sedangkan peningkatan aktifitas/letusan G.Kelut selama abad ini terjadi pada tahun 1901, 1915, 1919, dan 1990. Berdasarkan data letusan G.Kelut, siklus kegiatan gunungapi ini berkisar 16 sampai 24 tahun. Meskipun 1994 belum termasuk siklus kegiatan untuk G.Kelut, namun penelitian dan penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan G.Kelut harus…
Dalam mengetahui situasi Komplek G.Dieng selama Januari - November 1994 ini, dilakukan evaluasi kegiatan vulkanik dataran tinggi Dieng selama waktu tersebut. ditinjau dari pengamatan visual, pemeriksaan kawah/lapangan fumarola serta kegempaan.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G.Semeru dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G.Semeru pada bulan Mei 1994, dengan menggunakan 6 (enam) unit perekam MEQ - 600 yang dilengkapo dengan alat lain untuk mendapatkan data gempa berupa paramet…
Dalam keadaan aktif normal kegiatan seismik G.Semeru terdiri dari Gempa vulkanik (dangkal, dalam), tektonik (lokal, jauh), guguran, letusan, tremor, dan banjir.