G. Sumbing merupakan gunungapi bertipe strato terletak di wilayah Kabupaten Sarko, (Sorolangun Bangko), Propinsi Jambi. G. Sumbing termasuk gunungapi aktif tipe A mempunyai ketinggian lk. 2508 m di atas muka laut. Di sebelah timurnya terdapat G. Hulu Nilo dengan ketinggian Ik 2469 m di atas muka laut. Posisi geografi puncak G. Sumbing adalah 2°25' Lintang Utara dan 101°44' Bujur Timur.
G. Tandikat termasuk gunungapi aktif berbentuk strato dengan ketinggian puncak mencapai 2438 m di atas muka laut, sekitar 1740 m di atas dataran tinggi Padang. Posisi geografis puncaknya adalah 0°25'57.30" Lintang Selatan dan 100°19'01.69" Bujur Timur. Secara administratif tubuh G. Tandikat terletak di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Propinsi Sumatera Barat
G. Kerinci termasuk gunungapi bertipe strato terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Posisi geografinya adalah 1o 41,5' lintang selatan dan 101° 16' bujur timur, dan tinggi puncak diatas muka laut 3800 m (Gambar 1). Kegiatan permukaan gunung ini berupa hembusan asap tebal disertai suara gemuruh yang sangat keras dari kawah puncaknya.
G. Kerinci terletak pada posisi geografi 1° 41,5' LS dan 101° 16,0' BT termasuk ke dalam wilayah kabupaten Solok, Sumatra Barat di bagian utaranya dan Kabupaten Kerinci (Sungai Penuh), Jambi di bagian selatannya (Gambar 1). Gunung ini bertipe strato dan tinggi puncaknya 3800 m di atas permukaan laut atau 2300 m dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Kerinci (Gambar 2). Selama sejarah letusanny…
Gunung Dempo merupakan gunung Kembar dengan gunung Merapi. Menurut sejarah letusannya gunung Dempo menunjukkan kegiatan terakhirnya pada 2 Oktober 1974. Kegiatan tersebut hanya merupakan letusan kecil yang menimbulkan hujan abu dan pasir bercampur belerang, tidak terdapat kerusakan yang berat dan tidak ada korban jiwa. Sejak itu gunung Dempo tetap aktif dalam keadaan normal.
G. Bur Ni Telong disebut pula G. Tutong atau G. Bur Mutelong yang berarti gunung terbakar. Kegiatan G. Bur Ni telong yang tercatat dalam sejarah mulai tahun 1837. Pada saat itu The Asiatie Journal 1838 mendapat laporan dari Prince of Wales Island Gazeffe tentang letusan G. Bur Ni telong pada September 1837. Setelah itu selama kurun waktu 149 tahun terakhir telah terjadi 6 kali letusan. Menurut…
Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Anggaran tahun 1992/1993, maka pada pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 1992 penulis telah ditugaskan melakukan pengamatan kegiatan G. Sorik Marapi di Sumatra.
Pada 18 Juli 1980, penulis dan Sdr. Aidil berangkat menuju Bukittinggi untuk bergabung dengan Sdr. Bustamam dan Sdr. Musbar, masing - masing dengan SPPD No. 702/P/1980, No. 703/P/1980, No. 704/P/ 1980 dan No. 705/P/1980. Kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan puncak G. Kerinci, G. Talang, G. Marapi, dan G. Sorik Marapi.
G. Kaba bertipe Strato merupakan gunungapi kembar dengan Hitam yang lebih tua dan telah padam. Kegiatan vulkanik G. Kaba tampak berupa kegiatan solfatara /fumarola aktip pada Kawah Kaba Lama, Kawah Kaba Baru dan- Padapuran/VOGELSANG yang muncul disekitar puncaknya. Gunungapi ini terletak pada posisi geografi 3º 31 Lintang Selatan dan 102° 37 Bujur Timur dalam Wilayah Kecamatan - Curup, Kabupa…
Berdasarkan SPPD dari No. 968/0441/3402/89 sampai dengan No. 979/ 0441/89 a.n. Sdr. Aidil, Bustamam, Zuraida, Sugiharto, M.Iksan, Sigit, Musbar, Suparmo, Asran Nasution, Munir, Dalipa Marjusi dan Sdr.Bujang melakukan pendakian Gunungapi di Sumatra. Maksud pendakian ke puncak adalah melakukan pengukuran suhu solfatara/fumarola, mata air panas dan pemeriksaan kawah.