Informasi penyelidikan Geofisika di lereng sebelah barat G. Kelut sejak tahun 1978 diperoleh data geomagnit menunjukkan anomali negatif. Untuk melengkapi data tersebut diperlukan data penunjang dari hasil penyelidikan batuan di daerah dimaksud dengan penyelidikan dan pemeriksaan jenis batuan secara petrokimia gas dan air kawah4
Mengumpulkan data mentah tanpa dilanjutkan dengan pengolahan tidak akan memberikan arti apa - apa, atau dengan kata lain data hanyalah tinggal data yang bisu semata - mata.
Sejak 9 September 1984 di Kw. Sileri, dataran tinggi Dieng terjadi bualan lumpur setinggi lk. 2 - 3 m disertai gemuruh. Kejadian ini masih berlangsung sampai saat ini. Sejak awal Oktober 1984 kegempaan muncul bahkan meningkat dari hari ke hari, sehingga pada Oktober 84 Dieng dinyata- kan giat. Oleh karena itu dikumpulkan berbagai data yang kemudian diolah untuk menyimak serta mengevaluasi kegia…
Prehistoric activities (Sunda Volcano, formation of Sunda caldera +3000 yBP, formation of Tangkuban parahu volcano, 2000 yBP, unrecorded prehistoric activities of Tangkubanparahu); 1829, April 4-7, continuous ash eruption from Ratu and Domas; 1929, May 20, phreatic eruption from Ecoma; 1935, April 27, new fumarola exists north of Badak; 1946-1947, steam explosion; 1952, April 22, ash expl…
G.Papandayan terletak di sebelah tenggara Bandung berjarak sekitar 60 km dari kota Bandung. Gunungapi ini termasuk kedalam Kabupaten Garut, bila diambil jarak lurus sekitar 16 km disebelah barat daya kota Garut. Posisi geografi 7°19' Lintang Selatan dan 107°44' Bujur Timur (Atlas Trop. Nederl.1938, Lembar 20) Tinggi di atas muka laut 2665 m sedangkan diatas dataran Garut 1950 m
G.Sumbing belum mempunyai Pos Pengamatan tetap, sehingga pengamatan terhadap kegiatannya secara menerus belum dapat dilakukan. Oleh karena itu sesuai rencana kerja Koordinator Tim Pelayanan Teknik dalam tahun anggaran 1984/1985 maka sejak 4 Mei - 16 Juni 1984 dilakukan pengamatan seismik temporer dengan sistim jaringan tripartit.
Penyelidikan lapnagan dan pengumpulan contoh batuan terbatas terutama kepada lava G. Ciremai dimaksudkan untuk mengetahui paramter apa dalam olahan petrokimia batuan yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang mencari data .
Gunung Ciremai terletak di Jawa-Barat termasuk Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka pada posisi geografi 6° 53 lintang Utara dan 108 25 lintang Selatan dengan ketinggian 3.070 m dari permukaan laut dan tergolong pada kwalifikasi tingkat kegiatan tipe A/strato.
Pemeriksaan lapangan dan pengumpulan conto batuan terpilih terutama lava Gunungapi Sunda dan Gunungapi Tangkubanparahu dimaksudkan untuk mengetahui parameter apa dalam olahan petrokimia yang dapat dijadikan pegangan dalam ikut serta menunjang pencegahan bahay yang diakibatkan letusan gunungapi.
Pengamatan lapangan dilaksanakan dari awal Agustus sampai pertengahan September 1984, menggunakan sistim jaringan tripartit. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen. Sedang transdusernya adalah ''Short Period Seismometer" komponen tegak dengan "Natural Period" 1 cycle per detik.