Pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah salah satu cara untuk mengetahui perubahan kegiatan-kegiatan gunung -api pada waktu itu. Karena secara visual maupun fisik (suhu) gunungapi tersebut dapat diketahui perkembangan kegiatannya de ngan cara membandingkan dengan cara pemeriksaan sebe-lumnya.
Sejak akhir 1978 di sekitar G. Lawu digoncang oleh getaran gempabumi yang makin hari makin sering dan makin besar intensitasnya. Dikuatirkan letusan gunungapi akan merupakan kegiatan susulan yang terjadi, sekalipun G. Lawu sejak 1600 tidak pernah dicatat peningkatan kegiatannya. Penganar an dilakukan secara darurat dan berkala, diantaranya dengan menggunakan sistem tripartit. Pengamatan tersebu…
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Maksud pembuatan penampang tersebut untuk mengeta-hui isi kosong sungai-sungai: 1. Lahar Badak-Lahar Termas, mengalir ke jurusan baratdays dari G. Kelut. 2. K.Ngobo K.Dermo, mengalirnya ke jurusan baratlaut da-ri G. Kelut.
Dengan Surat Perintah No. 2722/P/1981 penulis ditugaskan melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi, untuk menduga volumnya. Penggunaan istilah pendugaan disini karena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di puncak yang bukan merupakan titik tetap.
Pada 1978 longsoran besar yang masuk ke dalam danau kawah G. Kelut, yang mengakibatkan perobohan topografi dalam kawah dan tebing kawah yang longsor yang berarti robahnya pula isi air dalam danau kawah.
Pada Mei 1981 A.D Wirasaputra, M.S.Santoso, P.Kasturian, A.D.Sumpena dan saya dengan SPPD n 180/P/1981, n 179/P/1981, n 181/P/1981, n 178/P/1981 ditugaskan ke G. Semeru selama lk. 10 Hari. Tujuannya untuk memetakan endapan awan panas hasil letusan 28 Maret 1981 dan daerah yang kena lahar hujan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 1981.
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Dalam rangka kerjasama teknik dalam bidang kegunungapian antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia, Direktorat Vulkanologi telah menugaskan Matahelumual, Kemar Restikajaya, pengemudi Kamil dan saya, untuk aktif mendampingi Okumura/ahli Amerika dalam bidang pengukuran kelandaian.
Pada 6 Juni, S. Hamidi Kasi Penanggulangan Bahaya dengan SPFD No. 320/P/80 dan B. Sulaeman asisten ahli kimia dari Sub Direktorat Laboratorium Gunungapi dengan SPPD No. 322/P/80 dibantu I. Hasan pengemudi D 5705 V dengan SPPD No. 321/P/80 ditugaskan ke Peg. Dieng selama 10 hari untuk pemetaan daerah bahaya gas racun dan perbaikan peta daerah bahaya yang dibuat tahun 1972 (Djoharman, 1972).