Laporan ini berisi hasil pemeriksaan daerah laharan yang meliputi Daerah Desa Sumberhurip, Besuk Kembar, K. Lengkong, Kali Gidik, Besuk Kobokan, K. Liprak, K. Regoyo, dan penyelewengan/penyebaran lahar
daerah yang aken dipetakan moliputi luas sekitar 240 im persegi, termasuk vilayah Karesidenan Desuki. Keta keta yang terdekat anos to nanvuwangi, Jember dan Dendowose, masing masing terletak di so henah tenggara, baratdaya dan baratlaut dari daerah yang akan dipeta- kan. Peta kerja yang dipakai berkedar 1: 25.000.
Dengan Surat Perintah Dinas / Jalan No. 1059/s/1977 dan No.1060/S/1977, tertanggal Bandung 9 Maret 1977 Sår. Samud dan penulis ditugaskan oleh Kepala Bag. Proy. Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru.
Banjir lahar di daerah G. Sermora pada tanggal 20 September 1978 terjadi akibat turun hujan torus nemoras solana 4 (empat) hari, so-Jak tanggal 19 September 1978. Kejadian tersebut dimuat dalam surat Kabar SIHAR HARAPAN pada tanggal 27 September dan Harian KOMPAS pa da tanggal 28 September 1978, bahwa Besuksat-K. Hujur dan K. Láp-rak dilalui oleh banjir tersebut.
Pencemaran terjadi di sepanjang S. Ciwidey pada tgl.4 April 1978, akibat peningkatan secara mendadak kadar sulfat dan chlorida dalam air yang mengalir dari kawah Putih, G. Patuha. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, dilakukan pe- meriksaan pada tgl. 12 14 April, diantaranya terhadap ke- giatan gunungapinya, penelaahan sebab musabab terjadinya pencemaran, geologi teknik dalam usaha pencegahan …
Laporan ini disusun berdasarkan hasil peninjauan singkat di Kawah Putih Gunung Patuha, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Ban- dung. Peninjauan ini berdasarkan Surat Perjalanan Dinas No.26, 27 dan 28/SP/DUP/Kv/78 tanggal 10 Agustus 1978, sehubungan de ngan masalah pencemaran sungai Ciwidey di Kecamatan Ciwidey yang terjedi pada tanggal 4 April 1978.
Memenuhi Surat Perintah Dinas/Jalan No. 238/5/1977 dan No. 239/5/1977, tertanggal Bandung 14 Januari 1977, penulis dan Sår. Ato Djuhara ditugaskan oleh Kepala Bagian Proyek Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru selama 20 hari. Keberangkatan dari Bandung pada tgl. 17 Januari 1977.
Pengukuran ini dilakukan selama 7 hari dari 2 tempat tersebut, yaitu tanggal 29/6-1997 s/d. tgl 5/7-1977. Pengukuran dari tempat - tempat ini kerap mengalami kesulitan, karena pada waktu melakukan "aanpelingan" sering terganggu asap solfatara maupun asap guguran.
Penulis ditugaskan untuk melakukan pengukuran situasi K. Batang. Pengukuran itu dilakukan sepanjang 1k. 10 km (dari jalan besar Yogyakarta-Magelang sampai pertemuan dengan K. Progo) dan kiri kanan kali selebar 1k 200 m dari kali.