Pengamatan kegiatan gunungapi dilakukan dengan tujuan untuk memantau kegiatannya, terutama hubungannya terjadinya dengan tersebut seharusnya yang suatu letusan. Pengamatan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga data-data diperoleh dapat digunakan dasar penentuan bilamana suatu gunungapi sedang meningkat atau akan meletus. Salah satu dasar telah penafsiran suatu gunungapi meningkat kegiatan…
Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/ Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, Anggaran tahun 1990. 1991 (murni ), maka pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 1990 penulis telah ditugaskan melakukan pengamatan kegiatan G. Sorik Marapi dan G. Talang di Sumatra dengan SPPD No. 447/0441/3402/1990.
Dalam Pelita V tahun anggaran 1989/1990, Seksi Penanggulangan Bahaya, Sub Dit Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya ke G. Dempo selama 30 hari mulai 31 De- sember 1989 sampai 29 Januari 1990.
Untuk peningkatan, pengembangan dan pemanfaatan enersi panas bumi (geothermal energy), direktorat geologi telah melakukan penyelidikan geofisika lanjutan dengan cara geolistrik - tahanan jenis di daerah kenampakan panas bumi semurup, Kab. Kerinci, Jambi.
Pada Pelita V. tahun anggaran 1990 - 1991, proyek pengamatan / pengawasan dan pemetaan geologi gunungapi., telah merampungkan/ memetakan geologi daerah gunungapi Sorik Marapi Padang Sidempuan secara tematik dengan menggunakan peta berskala 1:40.000
Pada tanggal 17 Juli 1990 bedasarkan SPPD No. 583/0441/3402/1990 dan No. 620/0441/3402/1990 Agus Karim dan A. Djadja Sumpena ditugaskan ke G-Kaba untuk melakukan pengukuran topografi puncak gunung tersebut. G. Kaba di Sumatra termasuk kedalam wilayah Kabupaten Rejanglebong Propinsi Bengkulu. Posisi geografinya terletak pada 4° 02 lintang selatan dan 103° 08 bujur timur
Pada Pelita V tahun ke 2 pada tahun anggaran 1990-1991, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya dari Seksi Penanggulangan Bahaya, Subdirektorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke daerah G. Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Dalam rangka melaksanakan Program Pelita IV tahun I, pada 10 Desember 1984 telah diberangkatkan satu regu pemetaan daerah bahaya gunungapi dari Seksi Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi ke Gunung Rajabasa selama 60 (enam puluh) hari.
Pumiceous tuff deposits of the 1883 Krakatau on the Rakata have been studied in terms of their mineralogical, physico-chemical, and physical properties. Two kinds of pumiceous tuff deposits were identified having similiar vitric type and hypersthene-augite association with few green hornblende and olivine.
Recent shallow seismic profilling survey by the Geological Research and Development Centre in cooperation with the Navy (AL) resulted in subsurface bottom sections which give for the first time an insight on the subsurface geology in the vicinity of the Krakatau-group (Akil and Lubis, S., 1983; Sukardjono, 1983).