Dalam periode Pelita V tahun anggaran 1991-1992, telah diberangkatkan satu tim pemetaan daerah bahaya gunung api dari seksi penanggulangan Bahaya gunung api, Sub Direktorat Pemetaan Gunung api, Direktorat Vulkanologi ke G. Soputan, Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Maksud dan tujuan penelitian daerah bahaya G. Soputan ini adalah untuk meneliti ulang peta daerah bahaya yang sudah ada sebelumnya…
Dalam rangka melaksanakan tugas dari Pemimpin Proyek Mitigasi Bencana Alam Geologi maka laporan ini dimaksudkan sebagai suatu usaha mitigasi terhadap kemungkinan bencana yang dapat terjadi pada waktu mendatang karena terjadinya kegiatan/letusan G. Karangetang. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan dan bahaya G. Karangetang yang mengancam penduduk di sekelilingnya termasuk h…
Sebagai realisasi rencana kerja Proyek Pengamatan/Pe-anggaran 1993/1994 ngawasan dan Pemetaan Gunungapi tahunan pada tanggal 8 Mei 1993 diberangkatkan Ato Djuhara dan Agus Martono dengan SPPD masing-masing No. 330/0441/3402/93 dan 331/0441/3402/93 ke G. Pui atau G. Meja selama 34 hari termasuk perjalanan. G. Pui menurut penduduk setempat namanya ialah G. Meja. G. Pui atau G. Meja yang merupakan…
Pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tempang dilakukan dalam rangka pelaksanaan proyek penyelidikan dan pengamatan gunung api. Pemetaan dilakukan oleh seksi pemetaan daerah bahaya Sub Dit Pemetaan Gunung api. Maksud dari pada pemetaan kawasan rawan bencana Gunung api Tempang adalah membuat batas daerah - daerah yang mungkin akan terlanda bencana apabila gunungapi tersebut menunjukkan penin…
Pada tgl. 9 Djuni 1970 sampai tgl. 26 Djuli 1970 penulis telah ditugaskan oleh Kepala Seksi Pengawasan Gunung Api untuk membantu Kepala Sub. Tim Penelitian Gn.Api dalam rang-ka pemetaan Daerah Bahaja Gn. Inie Lika di Flores Barat. Keberangkatan penulis ke Flores terdiri dari 2 Tim.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Pemetaan daerah bahaya G. Wee Sino dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun 1993-1994. Pemetaan ini dilakukan cleh Seksi Pemetaan Daerah Gunungapi Sub Direktorat Pemetaan Bahaya Gunungapi. Tim terdiri dari Ato Djuhara dan Agus Martono dengan 3.P.P.D No. 995/0441/3402/93 dan 996/0441/3402/93. Lama pemetaan 1 bulan…
Penulis ditugaskan kembali ke G. Anak Ranakah pada 20 Pebruari 1988 s/d 4 Haret 1988 untuk melakukan pengukuran kubah lava G. Anak Ranakah. Berdasarkan keadaan kegiatan yang diperlihatkan oleh G. Anak Ranakah sampai saat sekarang guguran-guguran hanya terjadi pada kubah lava bagian utara dan sedikit bagian timur dan selatan. Maka tim pemetaan daerah bahaya perlu melakukan pengukuran kubah lava …
Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan Pemetaan Daerah Bahaya G. Anak Ranakah. Pemetaan tersebut dilakukan bulan Juli 1988 dan merupakan penelitian ulang dan pemetaan lanjutan bulan Januari 1988 yang dipetakan oleh Ato Djuhara Wirasaputra. G. Anak Ranakah di komplek G. Mandasawu, termasuk kedalam wilayah Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendud…
G. Banda Api salah satu gunungapi aktif di kepulauan Banda, terletak di-dalam wilayah Kecamatan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku. Jaraknya lk. 210 km sebelah tenggara Ambon. Posisi geografinya terletak pada garis Lintang Selatan 4°31'30" dan 120°52'17" Bujur Timur. Menurut Neuman van Padang (1951) puncaknya berketinggian 658 m dari atas permukaan laut dan 1150 m di atas d…