G. Galunggung terletak di Kabupaten Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat. Obyek peninjauan adalah perbukitan sepuluh ribu, endapan hasil letusan 1982 dan sebelumnya di daerah Cibanjaran, Cikunir dan Cipanas. Selain itu dilakukan pula peninjauan ke kawah Galunggung.
Dalam rangka mendapatkan pola, rumusan dan metode penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung secara tuntas dan terpadu, atas kerjasama antara BARKONAS PBA dengan UNDP, UNDRO dan PMI tekah diselenggarakan lokal karya nasioanl pencegahan dan penanggulangan korban bencana alam Gunung Galunggung dari tanggal 20 s/d 25 September 1982 di Bandung.
Sebagai realisasi rencana kerja Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi, Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi dalam tahun anggaran 1982/1983 Pelita ke III tahun ke 4, telah ditugaskan satu tim pemeta dari Seksi Pemetaan Geologi Gunungapi untuk melakukan pemetaan geologi G. Salak. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, penyu- sunan stratigrafi dan struktur geologi ser…
Pemetaan yang telah dilaksanakan bertujuan membuat peta ge-ologi terperinci berdasarkan pada data lapangan dan hasil pemeriksaan laboratorium, serta dibantu beberapa acuan da-ri penyelidik terdahulu. Lebih lanjut dari peta geologi yang dihasilkan itu diharapkan dapat diketahui evolusi Kom-pleks G. Guntur serta menunjang data terhadap pembuatan pe-ta daerah bahaya gunungapi.
Tulisan dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi G. Lamongan tahap ke III yang dilakukan dari tanggal 2 s/d September 1980 serta perbaikan dari laporan sebelumnya.
Pemetaan Geologi Komplek G. Lamongan dilaksanakan secara bertahap. Tulisan ini dimaksudkan untuk melaporkan hasil kerja pemetaan geologi tahap ke dua yang dimulai 18 Juli sampai dengan 7 Agustus 1980.
Berdasarkan rembukan hasil penelitian seismik dan cara geofisika menunjukkan bahwa sekitar daerah Curah Buntu telah diperkirakan sebagai tempat sumber gempa. Usaha untuk memperoleh gambaran perubahan permukaan diperlukan pengukuran cara levelling di daerah tersebut dengan arah Utara - Selatan dan Barat- Timur, juga pengukuran dry tilt disekitarnya.
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari aspek geomorfologi yang berkembang di Gunung Tangkuban Parahu dan sekitarnya, diantaranya adalah aspek Morfogenesa, Morfokronologi, Morfometri, dan Morfografi.
Pemetaan kawasan rawan bencana G. Cikuray dilakukan untuk mengetahui daerah bahaya gunungai dan daerah rawan terhadap bencana letusan gunungapi, serta untuk mengetahui daerah rawan terhadap aliran lahar.
G. Karang merupakan gunungapi aktif tipe B. Morfologi gunungapi Karang tumbuh bebas ke arah timur, tenggara, selatan, dan baratdaya dimana daerah lerengnya di beberapa temat ditemukan beberapa kerucut, sehingga membentuk morfologi berelief sedang, sedangkan bagian kakinya membentuk morfologi berelief lemah hingga relatif dasar.