Kegiatan pengumpulan data dan informasi ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah maupun pemukiman penduduk di sekitar G. Ciremai yang merupakan gunungapi aktif dan kegiatannya terus berlanjut.
Sebuah gunungapi dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata, diantaranya seperti Gunungapi Dieng, terletak di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai potensi wisata yang cukup baik.
G. Sundoro terletak di sekitar kabupaten Wonosobo, provinsi Jawa Tengah. Dalam rangka penelitian deformasi di Gunung Sunduro ini ditekankan pada dua hal yaitu pengukuran levelling atau sifat datar dan pengukuran EDM atau pengukuran jarak secara elektronik, dimana kedua hal ini dilakukan dengan maksud untuk dapat mengetahui adanya perubahan pada tubuh gunungapi tersebut baik perubahan secara lat…
Penyelidikan deformasi G. Slamet dengan metoda EDM dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat tentang status dan sifat - sifat aktivitas G. Slamet saat ini. Usaha yang dilakukan adalah mengumpulkan data hasil pengukuran yang kemudian menganalisis dan mengevaluasinya. Hal ini perlu untuk mengantisipasi penanggulangan yang timbul oleh akibat aktivitas G.Slamet.
Kegiatan penyuluhan/bimbingan Gunungapi Ciremai memiliki tujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang sifat, kondisi alam dan bahaya letusan gunungapi, khususnya G. Ciremai juga memberikan informasi tingkat kegiatan gunungapi serta cara - cara penanggulangannya.
Gunung Guntur termasuk gunungapi tipe-A merupakan gunungapi aktif di Jawa Barat. Kegiatan letusannya tercatat mulai 1690 sampai 1847, sekurang - kurangnya telah terjadi 22 kali kegiatan.
Penyelidikan dan pengamatan seismik di G. Slamet dilakukan untuk mendapatkan data kegempaan G.Slamet berupa parameter - parameter dasar gempa, kemudian kita mencoba melakukan lokalisasi sebaran dan kedalaman sumber gempa.
Sesuai dengan tugas dan fungsi seksi Vulkanofisika Sub Dit. Analisa Gunungapi yang dikaitkan dalam rangka mengetahui perkembangan aktivitas G. Papandayan dan untuk menunjang peramalan letusan, telah dilakukan penyelidikan dan pengamatan seismik G. Papandayan pada bulan Mei dan Juni 1995, dengan menggunakan 3 (tiga) unit perekam Balise.
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.