G. Ciremai merupakan salah satu gunungapi aktif dan tertinggi di Jawa Barat dengan elevasi 3078 meter di atas muka laut. Bila dilihat dari rangkaian penyebaran gunungapi di Jawa BArat dari barat ke timur, G. Ciremai merupakan gunungapi soliter yang terpisah daru rangkaian gunungapi lainnya. Fenomena gunungapi soliter ini pada umumnya sering terakait dengan tatanan tektonik yang rumit.
Evaluasi Prakiraan Bahaya Gunung Raung adalah merupakan salahsatu upaya untuk menilai dan memperikirakan potensi bahaya gunung Raung apabila terjadi letusan di masa yang akan datang dengan cara melakukan pengumpulan data dan informasi di daerah sekitara gunung Raung, terutama mengenai data geologi, topografi/geomorfologi, jenis bahaya, besaran atau tingkat bahaya, arah dan pola sebaran daerah y…
Gunung Papandayan merupakan gunungapi strato berbentu kerucut terpancung, tersusun oleh perselingan lava, jatuhan dan aliran piroklastika. Bentuk kerucutnya yang tidak teratur diakibatkan oleh pusat erupsi yang sering berpindah tempat. Dalam sejarah kegiatannya Papandayan tercatat meletus atau meningkat kegiatnnya sebanyak 11 kali.
Gunungapi Galunggung (2168 m dpl) termasuk gunungapi tipe A yang berbentuk strato, mempunyai kerucut sinder di dalam danau kawahnya yang terletak di bagian puncaknya serta kawah besar berbentuk telapak kaki kuda yang menghadap ke arah tenggara. Sebelum letusan tahun 1982/1983 terdapat beberapa kawah antara lain: kawah Guntur, kawah siang, kawah warirang, kawah karso, kawah cekok dan kawah Hejo …
G. Guntur merupakan salah satu gunungapi aktif termuda yang ada di dalam kompleks G.Guntur. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1847 berupa letusan efusif yang menghasilkan lava, dan sampai saat ini kegiatan letusan tersebut tidk/ belum terjadi lagi, yang ada berupa solfatara/fumarola. Sejak letusan terakhir hingga sekarang gunungapi ini telah beristirahat selama 154 tahun, dan selama waktu ter…
Gunung Gede (2958 m dpl.) termasuk gunungapi tipe A yang berbentuk strato, mempunyai beberapa kawah di puncaknya yaitu; Kawah Gumuruh, Gedeh, Sela, Ratu,Lanang, wadon dan kawah baru. Gunungapi ini membentuk gunungapi kembar dengan G. Pangrango (3019 m dpl.) yang lebih tua telah padam (Neuman Van Padang, 1951).
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Khusus daerah-daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya pemerintah daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya.
Dalam tahun anggaran 1998/1999 Direktorat Vulkanologi Sub. Dit. Pemetaan Geologi Gunung api, Seksi Penginderaan Jauh telah melaksanakan pemetaan geologi foto gunung api Ruang yang dilaksanakan oleh Deddy Suhadi dari staf Seksi Penginderaan Jauh dan Rosgandika Mulyana dari Seksi Pemetaan Geologi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian yang mencakup; Geomorfologi, struktur geologi dan stratigrafinya sehingga dapat diketahui sejarah/evolusi pembentukan Gunungapi Egon tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjang untuk penelitian selanjutnya terutama dalam pemetaan geologi, pemetaan daearah bahaya dan disiplin ilmu lainnya.