Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi telah melaksanakan pemetaan geologi G.Burni Telong yang menggunakan peta berskala 1 : 50.000. Tim pemeta terdiri dari 4 orang yaitu Deddy Suhadi, Waziel Effendi, Wawan Irawan dan M.N.Kartadinata. Waktu yang digunakan selama pemetaan ini kurang lebih 1 bulan, yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Oktober…
Pemetaan ini dilakukan untuk membuat peta kawasan rawan bencana G.Lawu, dimana didalam peta ini tergambarkan daerah - daerah yang kemungkinan terkena bencana letusan gunung api berikut potensi bahaya dari G. Lawu jika meletus.
Lokasi seismometer terbaru bertempat di sekitar Pasir Bentang, lokasi tepatnya adalah pada posisi S 07'15,6' dan E 108'04,350 (handy GPS). Sedangkan kondisi kawah G. Galunggung relatif tidak banyak perubahan, tetapi permukaan air danau kawah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1995.
Tujuan dengan dibuatnya peta kawasan rawan bencana gunungapi adalah diharapkan sebagai antisipasi jika suatu saat terjadi peningkatan aktifitas gunungapi disekitar Kawah Karaha akan memudahkan bagi penduduk dan pemerintah daerah untuk menghindari bahaya yang tidak diinginkan dengan berpedoman kepada peta kawasan rawan bencana gunungapi, sehingga dapat meminimalkan jumlah korban yang diakibatkan…
Dalam membantu dalam penentuan batas sebaran awan panas dan penghitungan daya tampung K. Bedog digunakan altimeter saku, penduga jarak (range finder), kompas geologi, pita ukur serta kamera untuk kelengkapan dokumentasi.
Pada PELITA VI, tahun anggaran 1997/1998, telah direalisasikan salah satu kegiatan pemetaan di dalam proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api yaitu pemetaan geologi Gunung Api Ambang yang terletak di Kecamatan Modoinding dan Kecamatan Modayag, Kabupaten DT> II Bolaang Mongondow Sulawesi Utara.