Telah terjadi kejutan di Dataran Tinggi Dieng, yaitu letusan hidrotermal di Kw. Sinila pada tgl 20 Februari 1979, mulai pukul 01.55. Sebelumnya di tempat tersebut tidak pernah terlihat kegiatan vulkanik di permukaan; misalnya mata air panas, asap solfatara atau fumarola. Letusan tersebut disusul oleh letusan lainnya yang lebih kecil di sebelah baratnya, tetapi korban manusia sebanyak 149 orang …
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Gunung Lawu (+3265) termasuk salah satu dari gunung api aktif di Indonesia,, digolongkan sebagai gunungapi tipe-B, yaitu gunungapi yang pernah mengadakan letusan sebelum tahun 1600. Kegiatan G. Lawu setelah tahun 1600 ditandai dengan kegiatan solfatara (kegiatan gas) pada kawah Candradimuka.
Dalam melaksanakan pekerjaan ini cukup banyak rintangan. Rintangan - rintangan tersebut diantaranya pekerjaan ini dimulai pada musim hujan. Selain itu, kabut lapangan yang cukup tebal dan hutan - hutannya yang sukar untuk dirintis. Pekerjaan ini tidak dapat dimulai dari VQ IV (puncak G.Merapi), karena K. Boyong ini kalau ditelusuri dari puncak sukar untuk didapatkan lembahnya.
Pemeriksaan G.Sleamet berupa pengukuran suhu dan melihat keadaan kawah untuk mengetahui kegiatan gunungapi pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya. Adapun alat yang dipakai dalam pemeriksaan ini diantaranya sebuah teropong, dua buah thermometer maksimum 400'C, kompas dan peta topografi kawah G.Selamet
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Pengamatan seismik terhadap G.Kelut dilakukan secara tetap. Di Pos Pengamatan G.Kelut di Margomulyo dipasang 2 unit seismograf yang terdiri dari 1 unit seismograf terdiri dari 2 komponen datar dan 1 unit lainnya menggunakan sistem "tripartie net" terdiri dari 3 komponen tegak. Kemudian, dilakukan juga pengukuran suhu air kawah secara berkala dengan menggunakan thermometer maksimum dan sistem pe…
Tujuan dari pendakian ini adalah untuk mengetahui kegiatan G.Merapi pada waktu pemeriksaan sebagai bahan perbandingan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pengamatan secara visual maupun pengukuran suhu menunjukan bahwa G.Merapi masih tetap dalam keadaan sangat aktif.
Dalam rangka pembikinan dan pengukuran kelandaian tugu tetap di sekitar daerah gunung Merapi dan G. Kelutwh