Selama Januari-Juli 1996, cuaca disekitar G.Bromo pada pagi dan siang hari umumnya tampak jelas. Suhu udara berkisar antara 10 sampai 20 C. Angin pada umunya dalam keadaan tenang, namun pada saat tertentu berhembus cukup kuat.
Maksud dan tujuan pemetaan topografi puncak/kawah adalah untuk mengetahui bentuk topografi disekitar puncak G.Sumbing pada Mei 1996, selain itu untuk menunjang keperluan data topografi dilingkungan Direktorat Vulkanologi.
Pemantauan deformasi dengan sistem pantau ungkit (tiltmonitor) di G.Slamet, mulai dipasang pada tanggal 20 Maret 1995 dengan pilihan dua lokasi sensor, yaitu di puncak G.Slamet dengan ID Controller 06 & ID Controller 07. Sedangkan kegiatan kegempaan di G.Slamet diamati secara terus menerus dengan memakai seismograf satu komponen bersistem pancar radio (RTS), model MEQ-800.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
Pemasangan 2 stasion seismik ditambah dengan penggandengan satu stasion yang telah ada di Pos Pengamatan gunung Tangkuban parahu. Semua data akan dipancarkan ke Bandung melalui gelombang radio dan direkam secara digital di kantor Direktorat Vulkanologi di Jalan Dipenogoro 57, Bandung.
Pengamatan visual G. Dieng dilakukan pada pusat - pusat kegiatan vulkanik di Komplek Dieng seperti Kawah dan lapangan solfatara/fumarola. Pengukuran suhu solfatara dan air Kawah dilakukan satu kali dalam satu minggu pada lokasi Kawah Condrodimuko, Sinila, Sibanteng, Sikidang, Pakuwojo, Siglagah, Sileri, Bitingan, Pagerkandang, dan Sitimbang.
Tim kimia dari Seksi Petrokimia dan Gas serta Seksi Penyelidikan Gunung Merapi memperoleh biaya dari proyek "Mitigasi Bencana Alam Geologi" melakukan kegiatan lapangan yang terdiri dari: mengambil cuplikan gas, kondensat, pengukuran temperatur, dan pengukuran kecepatan emisi gas SO2.
Klasifikasi guguran dapat dilihat dari bentuk gempa serta envelope gempa itu sendiri, akan tetapi klasifikasi lain yang dapat dilihat adalah frekuensi dominan serta, arah gerakan partikel gelombang gempa yang ditimbulkan oleh gempa guguran juga dapat kita lihat.
Penelitian Petrokimia dan Gas gunungapi Sundoro dilakukan untuk mengetahui kimia dan mineralogi batuan hasil erupsi Gunungapi Sundoro baik yang tercatat dalam sejarah maupun tidak. Tujuan dari penyelidikan ini untuk mendapatkan gambaran karakter komposisi kimia dan mineral dalam batuan Gunungapi Sundoro.