Pada 5 Oktober 1995, dilakukan pemerksaan Kawah Jonggring Seloko di Puncak G. Semeru. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat perubahan dasar kawahnya jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun 1994.
Dalam rangka penelitian deformasi di G. Papandayan ini, maka telah di buat 12 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM dan Leveling guna mengetahui deformasi yang terjadi baik di sekitar kawah maupun di sekitar gunungapi itu sendiri.
Dari hasil penyelidikan ini akan memberikan gambaran posisi gas dan air yang dikeluarkan oleh gunungapi tersebut. Selain itu juga akan didapatkan data - data mengenai suhu, perubahan - perubahan visual yang dapat diperoleh di lapangan fumarola.
Pekerjaan lapangan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan penyusunan buku panduan ekskursi daerah sekitar Gunung Merapi khususnya daerah lereng selatan. Adapun tujuannya adalah untuk mengenal dan mengetahui jenis endapan piroklastik Gunung Merapi khususnya yang berada di lereng selatan Gunung Merapi.
Dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang berwawasan lingkungan di daerah bahaya gunungapi, maka salah sat usaha dalam mengevaluasinya adalah dengan melakukan analisa risiko di daerah berbahaya terhadap objek - objek bencana. Hasil analisa tersebut akan tercerminkan pada Peta Zona Risiko Bahaya Gunungapi. Peta ini selain dapat digunakan dalam mengevaluasi tata ruang, juga dapat dimanfaatkan u…
Dalam rangka mengembangkan pemantauan berdasarkan geokimia dilakukan penyelidikan gas dalam tanah secara sistematik dari desa Plalangan (1800 mdpl) sampai Pasarbubar (2600 mdpl) dan di Kali Bebeng dari ketinggian 800 mdpl sampai 920 mdpl.
Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana akibat kegiatan Gunung Merapi yang terjadi sejak 20 Januari 1992 dan sudah mengalami penurunan sejak bulan Juli 1993, namun karena baik awan panas dan guguran lava pijar masih berlangsung maka penyelidikan dengan berbagai metoda masih terus dilakukan secara efeksif dan penyelidikan terpadupun sangat diperlukan.
Pemeriksaan bahan letusan G.Semeru yang terjadi pada tanggal 3 Februari 1994 dilakukan penulis dengan SPPD No. /0441/3402/94 selama 10 hari termasuk perjalanan 2 hari Daerah pemeriksaan meliputi B.Kobokan yang letaknya di Desa Supitupang dan B.Kembar termasuk Desa Sumberurip kecamatan Pronojiwo, sedangkan pemeriksaan kali laharan meliputi daerah aliran B.Kobokan, K. Liprak, dan K. Rejali yang m…
Pemetaan puncak kawah G.Ijen adalah untuk mendapatkan peta situasi puncak dan kondisi topografi kawah pada saat ini, yang akan digunakan oleh berbagai disiplin ilmu yang akan meneliti kegunungapian selain itu untuk dapat mengetahui bentuk perubahan topografi (jika ada) disekitar G.Ijen dibanding dengan peta topografi yang lalu (tahun 1936, tahun 1938).
Pengamatan visual dan pemeriksaan kawah pada bulan Mei - Juni 1994, tidak mendapatkan adanya peningkatan bualan dan tidak ada laporan dari penambang belerang tentang bualan tersebut, yang ada hanya bualan gelembung gas yang berlangsung terus seperti biasanya.