Dari hasil pengukuran peda tahun 1967 tersebut dapat dilihat bah- wa memang nampak gejala perubahan medan magnet yang berhubungan dengan perubahan-perubahan kegiatan G. Merapi (SOEDJADI SASTROSOEGITO, 1968, h. 10). Dalam pencukuran yang aken datang dilakukan tiap-tiap bulan selama 10 hari.
Pada hokekatnya pengamatan magnet pada gunung api yang masih artip itu adalah suatu usaha mengikuti perubahan mag-not disekitar gunung api tersebut. Perubahan medan magnet itu sendiri bisa disebabkan karena adanya: (I) variasi harian (diurnal variation) (II) badai magnet (magnetic storm) (III) variani sokulor (secular variation) (IV) perubahan pembagian temperatur dalam dan sepanjan…
Kawah Ijen dan G. Merapi merupakan dua gunungapi kembar( TAVERNE, 1926, h. 99 ), sedang NEUMANN VAN PADANG ( 1951, h.157 ), menulis, bahwa Kawah Ijen dibentuk oleh gunungapi kembar dengan G. Merapi yang telah padam, asal usulnya ditepi timur dari pinggir kaldera besar Ijen, kawahnya berben- tuk elips, karena perpindahan pipa kepundan. KKMMERLING (1921, h.58) mema- sukkan pula G. Papak, G. Wádo…
Sesuai dengan apa yang telah dirancanakan oleh Sekei Pengawaann Gunungapi dalam th. 1 REPELITA II, dilakuka lakukan pengamatan seianik terha dap gunungapi tipe à yang sudah lama istirshat, untok memeetahai ba mana kegiatan (gejala) seismik cunu unungapi
Sesuai dengan salah satu saraa jang tertjantun pada kesimpulsa laporan penulis: "Daerah Bahaja Sementara G. Gelunggung berdastrkaa Peta daa Pustaka" (1967), dinusin hudjaa achir tahun 1968 catara tgl. 6-11-Noventer, telah dilakukna pengukurta kenbali terhadap puatjak sunbat lava G. Djadi di G. Galunggung.
Daerah Bahaja disekitar Kp. Tjikondang dan Pandjagoan perlu diperluas hingga sampai batas Kp. Nagrok
Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Kunjungan ke G. papandayan dan G. Galunggung dimaksudkan untukmengetahui kegiatan volkanis dari kawah-kawahnya. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 24 s/d 25 April di G. Papandayan dan tanggal 27 s/d 28 April di G. Galunggung.
Atas Permintaan Pimpinan Pengawasan Gunung Merapi di Jogjakarta (P. G. M.). Penulis bersama Sdr. Ato Djuhara, Sdr. Ismangun Surjo. ditugaskan Kepala Seksi Penelitian Gunungapi, untuk melengkapi dan sebagian merevisi peta daerah bahaya sekitar G. Merapi.
Seperti halnya pada tahun 1972 pengincaran jauh kubah lava ini diikatkan pada bekas titik triangulasi T 303. Pengukuran kali ini dilakukan oleh Asep Djadja.