Pengamatan Seismik G. Agung dan G. Batur dipusatkan di pos pengamatan terpadu (regional center) di Rendang. Sinyal seismik dari masing-masing station dipancarkan ke Pos Pengamatan terpadu di Rendang dalam bentuk analog. Selanjutnya sinyak seismik tersebut diubah menjadi data digital. Gempabumi yang terekam oleh seismograf dalam periode Agusttus 2000 - Januari 2001 umumnya gempa tektonik.
G. kelimutu dikenal juga sebagai Geli Mutu adalah dari tipe gunungapi strato terletak di Kabupaten Ende, Flores Tengah. Dipuncaknya dengan ketinggian 1640 m terdapat 3 krater yaitu Tiwu Ata mBupu, Tiwu Nua Muri Kooh Fai, Tiwi Ata Polo. Terdapat komplek gunungapi kearah timurlaut kaldera Sukaria. Komplek gunungapi ini mempunyai lembah yang mudah berkembang kearah timur.
Mengingat G. Elubolo masih aktif, kurun waktu istirahatnya lebih kurang 40 tahun, dan dalam beberapa tahun terakhir ini belum pernah dilaksanakan pembuatan dokumentasi gunung tersebut. Sedangkan pertumbuhkan penduduk di sekitar daerah bahaya maupun daerah waspada sangat cepat, yang akibatnya menambah perluasan wilayah pemukiman semakin pesat.
G. Kelimuru terletak di Kecamatan Wolawaru, Kabupaten Ende Propinsi Nusatenggara Timur. G. Kelimutu terkenal dengan tiga danau kawahnya dengan warna air danau yang berbeda. Danau-danauh kawah atau telaga warna tersebut dan keadaan alam yang indah di sekitarnya menjadikan gunung ini menjadi obyek wisata. Warna air danau tersebut sering berubah. Kegiatan vulkanik G. Kelimutu diamatai secara terus…
Dalam Mei 2000 telah dibangun sebuah regional center di Rendang untuk memantau kegiatan gunungapi di P. Bali dan Lombok. Dalam tahap awal telah dapat dipantau dua gunung yaitu G. Agung dan Batur dengan metoda seismik. Dalam metoda seismik tersebut telah dioperasikan 8 station seismometer di G. Agung dan Batur. Signal gempa dari 8 station tersebut dipancarkan ke Rendang.
Di puncak G. Kelimutu terdapat tiga kawah dengan warna air yang berbeda. Dalam periode tahun 1980 hingga 2000 air kawah tersebut sering berubah. Perubahan warna air kawah yang paling serting terjadi ialah di Kawah Tiwi Ata Polo menyusul Kawah Tiwu Nuwa Kooh Fai dan di Kawah Tiwi Ata Mbupu. Hasil korelasi dengan curah hujan menunjukkan bahwa perpubahan warna air kawah sering terjadi pada waktu m…
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya antara 50 - 700 m di atas kawah, relatif sama dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik-dalam meningkat jumlahnya dibanding minggu lalu. Sedangkan tremor sudah tidak terekam lagi sejak tanggal 30 Januari. Berdasarkan data visual sampai dengan tanggal 4 Februari, kegiatan letusan G.Inelika cenderung menurun.
Asap kawah teramati putih tebal, tingginya natra 100 - 500 m di atas kawah, menurun dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik dan tremor masih terekam oleh seismograf. Jumlah gempa vulkanik relatif sama dengan minggu lalu. Begitu pula amplituda tremor relatif sama yaitu antara 0,3 - 1,2 mm. Sedangkan gempa tektonik agak meningkat.
G. Inelika terletak di Kabupaten Ngada, Flores Tengah dengan Tinggi puncak G. Inelika 1559 m di atas muka laut. Satu-satunya letusan yang diketahui dalam sejarah yaitu terjadi dalam Nopember 1905. Letusan berlangsung selama 5 jam. letusan bersifat esplosif. Daerah yang langsung ditimpa oleh bahan lepasnnya adalah 106800 m2. Dalam kondisi normal tidak terlihat kepulan asap solfatara di kawahnya.
G. Inelika merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A yang berada di Pulau Flores, terdapat di Kabupaten Ngada (Bajawa), Flores Tengah, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tinggi puncaknya 1559 m diatas muka laut, letaknya sekitar 5 km sebelah utara Kota Bajawa ke arah Soa. Berdasarkan catatan sejarah, satu-satunya letusan yang terjadi pada Novemver 1905, letusan berlangsung 5 jam, sifat letusannya …