Laporan Ini berisikan Dokumentasi Perjalanan dan Pengincaran Dengan T.O. Kubah Lava G. Semeru di Jawa timur
Dalam rangka tugas Pelita Dinas Volkanologi , akhir bulan Oktober 1972 sesuai dengan SPD. No; 2520/S/1972 penulis ditugaskan pendakian Gn. Semeru sebagai ketua team Sdr. Ruska Hadian B.Sc
Pada tanggal 9 November 1971 diterima kawat dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang adanya peningkatan kegiatan G. Sundoro. Disamping itu diterima pula laporan lisan tentang hal yang sama dari petugas Dinas Vulkanologi yang Sedang melakukan pemetaan geologi didaerah pegunungan dieng. Kegiatan yang terlihat adalah hembusan asap setinggi lk. 300 meter diatas puncak, terjadi pada …
Penafsiran potret-udara G. Slamet dan daerah sekitarnya dilakukan dalam rangka inventrarisai gejala-gejala panasbumi disekitar G. Slamet, dan atas permintaan Sumarna Hamidi B. Sc. dalam rangka pemetaan darah bahaya yang dilakukannya. Permintaan tersebut ditulis dalam memo-dinas bertanggal 27 April 1971.
pada umumnya pengamtan seismik terhadap gunungapi-gunungapi aktif di Indonesia hanya digunakan pesawat seismograf mekanis dengan pembesaran rendah, kecuali di gunung Tangkuban Prahu dan Merapi dimana digunakan seismograf transistor dengan pembersaran yang cukup tinggi.
Penulis ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gn. Api mengadakan pemetaan daerah bahaja G. slamet selama 18 hari.
Tulisan ini bukanlah sebuah laporan, bukan pula sebuah "referat", melainkan seusai dengan judulnya hanya merupakan kumpulan data-data mentah yang dapat dihimpun penulis hingga akhir bulan April 1971.
Maksud dari pekerjaan ini, untuk membuat laporan peta daerah bahaya G. Kelut secara agak populer yaitu selain batas daerah terlarang dan batas bahaya I, batas daerah bahaya lahar ditarik sedemikian rupa,sehingga pihak ketiga (inatansi lain) dapat dengan mudah menggunakan peta ini, untuk kepentingan pengendalian lahar dan lain-lain.
Letusan dengan awan panas jang terdjadi dalam bulan April 1967 mengiringi terbentuknja kubah lava baru dalam bres Batang. Pertumbuhan kubah lava berdjalan terus hingga awal bulan Oktober 1967. Pada saat mana kemudian terdjadi letusan dengan awan panas jang mengakibatkan longsornja sebagian besar kubah lava tersebut.
Pada tgl. 8 hingga 19 Noi 1967 tolah diadakan pengukuran to-pografi disekitar G.Djadi, lava dona (love 1918, sunbat sunbat stea kubah) dalam kawah G.Onlunggung. Maksudnja ialah untuk mong tahui, apakah sedjak pengukuran terachir dalan th. 1922, Jada perubahan2 disekitar doma tab. Diketahui, bahwa sadjak tahun itu tidak lagi tardjadi letusan2, kotjusli kegiatan fungrola jang meningkat dalam th. …