Untuk melengkapi kebutuhan data kordinat dan tinggi diatas muka laut di Pos pengawasan G. Semeru (G. Sawur dan Tawonsongo), telah dilakukan pengukuran untuk hal tersebut.
Pada tanggal 7 Januari 1977 diketahui terdapat empat pilar yang telah dibagun di puncak merapi. Penugasan kali ini ilah melaksanakan pengukurannya. Pengukuran dilakukan pada musim kemarau untuk menghindari cuaca buruk
Pada tanggal 8 Juni 1978 terjadi banjir lahar. maka dari itu dilakukan survei pada tanggal 29 Juni 1978 dari jembatan S. Krasak di Salam ke bawah sampai Banaran
Adapun survey tersebut bertujuan, antara lain, ialah a. Untuk mengetahui kerusakan kerusakan yang diakibatkan lahar hujan b. Lokasi penyimpangan/Peluapan lahar hujan c. Desa desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan.
Pengukuran kubah lava ini bertujuan untuk mengetahui volum pen-dekatan. Penulis memberi istilah volum pendekatan disini, karena berdasarkan atas sifat pengukuran pengukurannya, antara lain s a. pengukuran puncak kubah lava baru dengan cara aanpeilingen" jarak jauh dari dua titik totap (titik pengamatan) G. Sasur dan Sumberbulus (PANDI. K., 1977). b. disesuaikan dengan seket dari potret ba…
Kegiatan G. Kelut diamati secara berkala guna mengumpulkan data-data kegiatan sebelum letusan, Beberapa parameter yang diharapkan dapat digunakan sebagai penunjuk peningkatan kegiatan diantaranya yaitu seismik, suhu air danau kawah dan lain-lain. Dengan dipasangnya jaring-jaring seismograp 3 komponen vertikal akan dapat dianalisa arah dan asal suatu gempabumi, terutama dimaksudkan untuk menetah…
Laporan singkat G. Semeru No. 01/WSP/AC/78, tertanggal Pos Vulkanologi Argosuko 24 Januari 1978, isinya, antara lain, ialah terjadi perpindahan atau perobahan peluncuran awan pijar guguran ke arah dan masuk Curah Kobokan sejauh 6-7 km dari titik pusat guguran; sebelumnya awan pijar tersebut melalui K. Besuk Kembar.
Peramalan letusan gunungapi masih merupakan masalah yang sampai sekarang belum dapat dipecahkan secara tuntas menginat sifat yang berbeda pada masing - masing pada umumnya
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi di dunia yang memiliki ciri khusus, sehingga bencana yang diakibatkan oleh keganasanya masih sulit dapat diperhitungkan. sehigga laporan ini mencakup kegiatan awal dalam merancang program penanggulangan bahaya bencana merapi, selanjutnya langkah-langkah penanggulangan masing-masing elemen masyarakar dan pemerintah ketika terjadi bencana
Tgl. 15 Aqustus 1k. jan. 09. mulai terasa adanya concangan gempabunt. rada bari itu geapa yang terasa so banyak 30 kali sedanckan yans terontat oleh seismograp di observatori 0. Lemongan di Gunungmeja (Klakah) seba nyak 427 kali. Gempa ternea tal. 16 Agustus hanya 3 kali tetapi tercatat oleh seismograp sebanyak 1484 kali. Do ngan demikian diduga "main ahook" dari seluruh kegiatan ini terjadi pa…