Sejak akhir 1978 di sekitar G. Lawu digoncang oleh getaran gempabumi yang makin hari makin sering dan makin besar intensitasnya. Dikuatirkan letusan gunungapi akan merupakan kegiatan susulan yang terjadi, sekalipun G. Lawu sejak 1600 tidak pernah dicatat peningkatan kegiatannya. Penganar an dilakukan secara darurat dan berkala, diantaranya dengan menggunakan sistem tripartit. Pengamatan tersebu…
Tulisan ini merupakan laporan kerja tim pemetaan geologi komplek Dieng tahap ke dua, yang berlangsung dari tanggal 1 s/d 31 Desember 1981.
Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Dari hasil penafsiran potret udara dan citra landsat, adalah sangat perlu diadakan pengecekan lapangan yang rencana akan dilakukan dalam bulan Juni - Juli 1981, selama satu bulan kerja kemungkinan perjalanan lapangan akan ditambah waktunya apabila dipandang perlu.
Maksud pembuatan penampang tersebut untuk mengeta-hui isi kosong sungai-sungai: 1. Lahar Badak-Lahar Termas, mengalir ke jurusan baratdays dari G. Kelut. 2. K.Ngobo K.Dermo, mengalirnya ke jurusan baratlaut da-ri G. Kelut.
Dengan Surat Perintah No. 2722/P/1981 penulis ditugaskan melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi, untuk menduga volumnya. Penggunaan istilah pendugaan disini karena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di puncak yang bukan merupakan titik tetap.
Pada 1978 longsoran besar yang masuk ke dalam danau kawah G. Kelut, yang mengakibatkan perobohan topografi dalam kawah dan tebing kawah yang longsor yang berarti robahnya pula isi air dalam danau kawah.
Oleh Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi kami diminta untuk memperbaiki dan menyetel pesawat Wiechert horizontal, Massa 200kg yang ada di Pos Plawangan dan menempatkan kembali di tempat pesawat gempa yang lama.
Berdasarkan hasil penafsiran potret udara dan citra landsat serta ditambah dengan data - data lapangan maka morfologi pegunungan Dieng dan sekitarnya dapat dibagi menjadi empat satuan morfologi yaitu; satuan morfologi komplek gunung Gajahmungkur; satuan morfologi komplek gunung Dieng tua; satuan morfologi komplek gunung Dieng muda dan satuan morfologi dataran tinggi Dieng.
Pertumbuhan kubah lava setelah longsor pada bulan November 1980 membesar akibat dinding punggungan Gegerbuaya longsor pada Maret 1979 sehingga lapangan tempat kubah lava tumbuh menjadi lebih luas.