Banjir lahar di daerah G. Sermora pada tanggal 20 September 1978 terjadi akibat turun hujan torus nemoras solana 4 (empat) hari, so-Jak tanggal 19 September 1978. Kejadian tersebut dimuat dalam surat Kabar SIHAR HARAPAN pada tanggal 27 September dan Harian KOMPAS pa da tanggal 28 September 1978, bahwa Besuksat-K. Hujur dan K. Láp-rak dilalui oleh banjir tersebut.
Pencemaran terjadi di sepanjang S. Ciwidey pada tgl.4 April 1978, akibat peningkatan secara mendadak kadar sulfat dan chlorida dalam air yang mengalir dari kawah Putih, G. Patuha. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, dilakukan pe- meriksaan pada tgl. 12 14 April, diantaranya terhadap ke- giatan gunungapinya, penelaahan sebab musabab terjadinya pencemaran, geologi teknik dalam usaha pencegahan …
A gradual temperature increase of the crater lake water from normal, i.e. 32° - 33° C, was recorded since the last week of August 1973. The estimated"critical" temperature, i.e. around 40°C, was reach ed on November 5, 1973. Since then the water temperature fluctus ted between 38° C and 40°°c until approximately the end of Janua ry 1974. On January 31 a temperature of 41° C was measured,…
Laporan ini disusun berdasarkan hasil peninjauan singkat di Kawah Putih Gunung Patuha, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Ban- dung. Peninjauan ini berdasarkan Surat Perjalanan Dinas No.26, 27 dan 28/SP/DUP/Kv/78 tanggal 10 Agustus 1978, sehubungan de ngan masalah pencemaran sungai Ciwidey di Kecamatan Ciwidey yang terjedi pada tanggal 4 April 1978.
Memenuhi Surat Perintah Dinas/Jalan No. 238/5/1977 dan No. 239/5/1977, tertanggal Bandung 14 Januari 1977, penulis dan Sår. Ato Djuhara ditugaskan oleh Kepala Bagian Proyek Penelitian dan Pemetaan Gunungapi ke daerah G. Semeru selama 20 hari. Keberangkatan dari Bandung pada tgl. 17 Januari 1977.
Kegiatan yang dilakukan pada pemeriksaan puncak kali ini adalah, mengambil conto pasir pada setiap kawah, conto batuan, conto tanaman, pengukuran suhu fumarola/solfatara, pemeriksaan keadaan kawah sekarang serta pengambilan foto - foto.
Mt. Merapi is the most active volcano in Indonesia. The period of dormaney is 1 to 5 years. Because of the short period of dormaney and the densily populated slopes. Mt. Merapi belonge to the most dangerous volcanoes in Indonesia.
Mt. Merapi is one of the most active volcanoes in Indonesia, geologically is situated on the intersection of two faults of regional importance, namely the transverse fault which separates East Java from Central Java, and a longitudinal fault through Java which forms the boundary between the western Kendeng Ridge and the Ngawi sub Zone North of Simo.
Semua pemasangan peralatan telemetrik dilaksanakan oleh FIPA Universitas Gajah Mada yang dipimpin oleh Prof. Ir. Mugiono, melanjutkan rencana kerja yang terdahulu
Berdasarkan Surat Perintah kerja No. 182/D.37/WK/JT/76, ter tanggal 25 Februari 1976, para petugas Sub Direktorat Volkanologi, Direktorat Geologi, berangkat mendahului satu minggu sebelum surat perjanjian kerja ditanda tangani