Dalam melaksanakan Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, kami telah melakukan suatu survey magnetik di gunungapi ini dan sekitarnya dalam bulan Juli - Agustus 1996. Laporan ini berisikan kegiatan survey, data yang dihasilkan, dan sedikit diskusi tentang hasil survey.
Seksi Pemetaan Topografi, Sub. Direktorat Pemetaan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi melalui Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dalam tahun anggaran 1996/1997 merencanakan kegiatan Pemetaan Situasi Topografi Puncak/Kawah Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.
Maksud dari pada Pembuatan Peta Kawasan Rawan Bencana G. Agung ini sebagai pengganti Peta Daerah Bahaya yang sudah pernah dibuat pada tahun sebelumnya dimana pembagiannya terdiri dari Daerah Terlarang, Bahaya I dan II, yang dirasa masih kurang lengkap, pada umumnya kedua peta tersebut masih identik dengan Peta Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III, yang lebih lengkap.
Maksud dan tujuan pemetaan adalah mendapatkan/membuat Peta Situasi Topografi Puncak/Kawah gunung Agung yang baru, guna mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan gunung tersebut.
Maksud dan tujuan pemasangan seismograf telemetri radio adalah untuk menunjang perolehan data gempabumi khususnya gempabumi vulkanik, mengingat data gempabumi vulkanik merupakan dasar dalam menentukan tingkat kegiatan gunungapi. Data gempabumi vulkanik dapat memberi gambaran tentang tingkat kegiatan vulkanik pra-erupsi.
G. Batur adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia, termasuk gunungapi yang sering meletus dibandingkan dengan G. Agung, keduanya terletak di P.Bali. Berdasarkan produk erupsi 1994/1995, erupsi G. Batur bersifat esplosif (strombolian), efusif atau kombinasi esplosif dengan efusif.
Kegiatan pengumpulan bahan informasi G. Ebulobo ini dilakukan dari tanggal 24 Mei 1998 sampai dengan 5 Juni 1998. Pengadaan bahan informasi yang meliputi pengamatan dan pendataan kependudukan di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ebulobo dan sekitarnya, dengan cara melakukan pendataan/pengecekan langsung ke lapangan.
Pemetaan geologi foto di daerah G. Inelika bertujuan untuk menentukan gambaran secara umum tentang kondisi geologi yang berkembang di daerah tersebut, terutama mengenai morfologi, stratigrafi, struktur geologi dan evolusi/sejarah geologinya, dengan harapan hasil penelitian ini dapat menunjang penelitian detail selanjutnya, terutama dalam pemetaan geologi gunungapi, pemetaan daerah bahaya gunung…
Survey gayaberat ini dilakukan dengan menggunakan sebuah gravimeter Lacoste & Romberg tipe D117. Agar nilai pengukuran memiliki suatu sistem acuan, maka dibuat suatu Stasiun Basis (BS) di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) daerah Waipukang. Nilai gayaberat di BS ini telah diikatkan ke Jaringan Gayaberat Nasional di Bandar udara Ngurahrai Bali, yang sudah terikat pula ke jaringan internasional (IGSN…
Dalam September 1996 telah dilakukan pendakian ke kawah G. Batur untuk memperoleh data kegiatan G. Batur dari dekat. Pada pendakian tersebut dilakukan pengukuran suhu solfatara pada beberapa lokasi di puncak G. Batur. Disamping melakukan pendakian dilakukan pula pengamatan gempa. Pengolahan data gempa yang dilakukan adalah menghitung frekuensi kejadian, magnituda rata - rata, modus, energi, dan…