A number of important phones of the investigation of te Idjen Crater Lake as a source of Eynsu and other chemicals have beon, or will shortly be completed. In view of this and since the writer shall be leaving Indonesia on April 8th for a reriod of four monthn, this opportunity is taken to bring the Bank Indistri Negara up to date on the present status of the vork on the Idjen Crater Lake project.
Pada tgl.26 Djuni dan tgl.21-22 Djuli 1955, lahar X.Pantjing telah meluap naik kedarat menutup dataran kebun kopi bekas Pero. Sumbermudjur, seperti tampak pada Gembar2 no.2 dan 3. Bahan2 lahar terdiri dari bahan2 berat dan ringan, berhenti djarak lk.1 km. da-ri Kampung bekas Perc. Sumbermud jur, gambar no.4 dan 5. Djalannja lahar ke Timur. Tempat dimana orang berdiri (Ganbar No.5.) adalah djala…
Oleh penulis telah dindakan penindjnuan kepuntjak pada awal bulan Nopember 1955. Pemeriksaan ini adalah jang per-tama kali sedjak letusan2 tahun 1953 berachir dan oleh ka-renanja dianggap sangat penting untuk mengetahui perobahan2 Jang terdjadi didasar kaldera dan pada kerutjut erupsi во-bagai akibat proces letusan tersebut.
Atas persetudjuan Pimpinan Pusat Pendjagaan Kerapi (P.P.M.) Jogjakarta dan dengan surat perintah dari Kep. Djawatan Geologi Bandung tertanggal 24 September 1955 No.594/55, penulis disertai dengan Sär2. Sudarso dan Hadijono mengadakan pengukuran dengan kyker B.T.M. di G.Kelut.
Kegiatan G. Merapi tahun 1967 ini diawali oleh awan panas letusan pada tgl.12 djanuari, djam 13.39. Awan panas tersebut mencapai jarak 6 km. dari puncak masuk kejurusan K.Batang
Pada permulaan bulan Pebruari oleh pos pendjagaan D.G.B. di Kawah Idjen telah dilaporkan adanja tanda2 kegiatan dari G.Raung, jang terlihat mulai dari tg. 31 Djanuari 1953. Pada tg. 5 Pebruari diterima kawat dari Residen Besuki jang meminta penindjauan segera. Pada hari Saptu tg. 7 Pebruari penulis meninggalkan Bandung dan sampailah di Bondowoso pada esok harinja. Disini didapat keterangan2 dar…
Pemotretan dari hasil udara diatas Gunung kelut dan daerah-daerah laharan sekelilingnya dilakukan oleh pihak P.N. Aerial survey pada tanggal 10 Mei 1966 dengan mempergunakan persawat udara B-25.
Dengan surat perintah kepala direktorat geologi No.181/S/1966 tertanggal 28 April 1966, penulis ditugaskan untuk mengadakan survey ke G. Kelut setelah terjadinya letusan dasyat dan tiba-tiba pada tanggal 26 April 1966, jam 20.15 WIB.
Menghubungi Madahansip Djawa Timur untuk mendjelaskan isi surat Kep. Bagian Volkanologi tgl.27-9-1965 No.2979, mengenai pengamatan gunungapi-gunungapi di djawa timur. Menghubungi Kamasak Kediri untuk pengawasan G. Kelut akhir-akhir ini.