Pengumpulan data dan informasi G.Iya di lapangan dititik beratkan pada pendataan kependudukan di daerah bahaya untuk menghadapi letusan yang akan datang. Selain itu, pengumpulan data antara lain : data letusan masa lampau, jenis - jenis bahaya yang ditimbulkan oleh G. Iya, daerah - daerah yang pernah dan mungkin akan terlanda lagi, kampung - kampung di daerah bahaya, arah dan tempat pengungsian…
Pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui perkembangan akhir aktivitas gunungapi tersebut maupun perkembangan wilayah di sekitar G. Kelimutu. Pendataan yang utama adalah masalah kependudukan, terutama yang berada didalam daerah yang termasuk bahaya primer dan sekunder, lahan usaha serta jalur - jalur sebaran hasil erupsi terdahulu yang biasanya melalui lembah ataupun sungai.
G. Egon di Flores Timur termasuk salah satu gunungapi Tipe B. Sewaktu-waktu terhadap gunung ini dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kegiatan / meletus dan akan mempengaruhi kestabilan kehidupan lingkungan disekitarnya. Sebelum terjadinya dampak negatit yang ditimbulkannya maka perlu dilakukan berbagai penelitian terhadap gunungapi tersebut. Salah satu penelitian yang akan dilakukan adalah pe…
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "Evolusi Vulkanik G. Tambora"berdasarkan berbagai data penunjang, baik berupa "Pengamatan Geologi Langsung di Lapangan" maupun " Data Pengamatan Tidak Langsung" (interpretasi Foto Udara, Citra Landsat, dan SPOT IMAGE") serta ditunjang dengan berbagai "analisis laboratorium" (petrografi, analisis kimia, pentarikhan umur absolut dengan metoda K/Ar, Ar/Ar …
Dalam tahun Anggaran 1996 - 1997 di Seksi Bali dan Nusatenggara terdapat beberapa gunungapi yang seismografnya tidak baik, sehingga Pimpinan Proyek Penyelidikan dan Pengematan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi mengambil langkah perbaikan perangkat seismograf. Langkah ini dimaksudkan agar pemantauan kegempaan gunungapi, khususnya di Bali dan Nusatenggara dapat normal kembali. Oleh karena itu pen…
G. Iya dipantau/diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi, yang terdapat disebelah utara G.Iya yang berjarak lk. 5 km, tepatnya di Jalan Ikan Paus, Ende. Pengamatan dilakukan baik secara visual maupun kegempaan. Pengamatan kegempaan dilakukan dengan seperangkat seismograf, yaitu 1 buah seismometer komponen vertikal model Ranger SS-1 dan rekorder model PS-2 bersistem radio telemetri (…
Untuk memantau aktivitas G. Batur secara tetap, telah dipasang satu unit seismograph telemetri yang dipasang di lereng timur kawah G. Batur, pada ketinggian lk. 1230 mdpl dan diamati dari Pos Pengamatan G. Batur di desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, lk 3 km dari puncak G. Batur.
G. Api Batur terletak di sekitar Kintamani, Kabupaten Bangli, Prov. Bali. Dalam rangka penelitian deformasi di Gunung Batur ini, maka telah dibuat 13 titik ukur di sekitar kawah dan tubuh gunung bagian timur dan timur laut. Pembuatan titik ukur ini dimaksudkan sebagai titik tetap baik untuk reflektor maupun instrumen dalam melakukan pengukuran EDM (Electro-optical Distance Measuement) dan Level…
Pengamatan kegempaan G. Sangeang Api dimonitor dengan seperangkat seismograph sistem radio pancar RTS (Radio Telemetry Seismograph) Jenis MEQ-800, namun dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi kerusakan yang dapat terjadi akibat gangguan dari luar (alam, manusia, dll) maupun dari alatnya itu sendiri (faktor usia alat hampir lk, 11 tahun). Dan memang kami dapati beberapa bagian alat yang rusak…
Pada bulan September 1995 Staf Pengamat Gunungapi dari Wilayah Bali dan Nusatenggara melakukan pengamatan terhadap G. Rinjani khususnya G. Barujari di dalam kaldera Rinjani. Pengamatan secara visual dilakukan dari Pos PGA G. Rinjani di Sembalun Lawang, umumnya G. Rinjani tampak jelas baik pagi, siang maupun sore hari, suhu udara berkisar antara 15-25 C dengan kelembaban antara 55% - 89% sedangk…