G. Agung merupakan klasifikasi gunungapi aktif yang tergolong tipe A berada paling barat di wilayah Bali dan Nusatenggara seperti halnya G. Batur. Posisi Geografi G. Agung 8°20, 5' Lintang Selatan, 115° 30,5' Bujur Timur dengan ketinggian 3142 m sebelum le-tusan, 3014 m setelah letusan. Posisi Geografi G. Batur 8°14, 30' Lintang Selatan, 115°22, 30' Bujur Timur, tinggi 1717 m diatas permuka…
Dalam tahun anggaran 1988/1939 Direktorat Vulkanologi Sub Dit Pemetaan Gunungapi, Seksi Penginderaan Jauh, sesuai program kerja telah melaksanakan pemetaan geologi potret gunung Agung, Bali, berdasarkan pada hasil tafsiran potret udara. Maksud dari pada pemetaan ini adalah untuk mengetahui jenis serta sebaran batuan yang membentuk gunungapi ini, sehingga dapat disusun urutan batuan pembentuknya…
Satu rentetan gempabumi vulkanil terjadi setelah letusan seminggu fraktik di Mandosawu. Kegempaan tersebut diikuti dengan cermat dan ditafsirkan kemudian sebagai indikasi perubahan tipe letusan dari fraktik Ternyata, magma menerobos hingga permukaan cikal-bakal G. Anak Ranakah. Bersama waktu ke magmatik. dan lava tersebut membangun bentuk kubah
G. Sangeangapi yang berada di Wilayah Administratif Kecamatan Wera Timur, Kabupaten Bima, Propinsi Nusatenggara Barat. Pada posisi geografi 8° 11' LS dan 119° 3,5' BT. Gunungapi yang bertipe Strato kembar tersebut, puncak nya menjulang hingga ketinggian lk. 1949 m dml. ( Atlas Trop. Nederl ). Setelah mengalami peningkatan kegiatan/meletus pada 30 Juli 1985 hingga akhir Desember 1987 lk. 2 tah…
G. Sirung terletak di bagian Selatan Pulau Pantar, Kabupa-ten Alor. Posisi geografinya: 830'36" Lintang Selatan dan 124°08'51" Bujur Timur. Tinggi di atas muka laut: 862 m. Pemeriksaan kegiatan dan pengukuran suhu di lakukan pada 19 September 1988 oleh Sdr. LAE SILI HENDRIKUS (petugas Pengamat G. Lewotobi) dan dibantu oleh Sdr. K.Pandu (pen duduk kampung Kakamauta). G. Sirung mempunyai danau k…
G. Anak Ranakah merupakan gunungapi baru yang berada di komplek pegunungan Mandosawu lk. 10 km timur kota Ruteng. Gunung ini mengadakan kegiatan/meletus pada 29 Desember 1987, yang mengagetkan penduduk di sekitarnya. Yang sebelumnya gunung tersebut tidak termasuk dalam data dasar/daftar gunungapi aktif di Indonesia. Dengan lahirnya gunungapi baru tersebut, hingga saat ini pengamatan kegiatannya…
Pada akhir-akhir bulan Desember 1988 kami atas nama Ida Made Jelantik, K.Jani Suwartiyasa, I Wayan Nenges Tapayasa dan I Made Wenten petugas Pengamatan Gunung Agung Bali mengadakan pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara/ fumarola Gunung Rinjani. Sebagaimana diketahui bahwa Gunung Rinjani adalah sebuah gunungapi yang berbentuk kerucut/strato yang terletak di pulau Lombok bagian Utara, Nusa Te…
Tujuan pemetaan daerah bahaya G. Batur adalah untuk mempersiapkan suatu peta daerah bahaya suatu gunungapi yang mempunyai masa istirahat antara 1 sampai 30 tahun (jangka menengah). Pada 1970, G.Batur telah dipetakan oleh S.Hamidi dkk yang menghasilkan satu peta daerah bahaya setelah terjadi kegiatan letusan paroksimal 1963. Metode penelitian yang dilaksanakan selama pekerjaan ini dilaksanakan a…
Explosive eruption of Banda Api Volcano in Central Maluku on Mei 9, 1988 was characterized by throwing out of tephra from 6 eruption holes or craters stretched form North to the South. They were found in formed within 5 hours. This phenomenon is seldom active volcanoes in Indonesia. They have been followed by effusive of lava flow from 3 eruption holes which were located along Northern and Sout…
G. Banda Api adalah salah satu gunungapi aktif di Kepulauan Maluku, Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Banda. Gunungapi ini merupakan sebuah pulau kecil di antara Kepulauan Banda yang terletak lk. 210 km di sebelah tenggara Ambon 1). (Lampiran Posisi geografi terletak 4° 31′ 30″ Lintang Selatan, 129° 52′ 17 Bujur Timur. Luas pulau G. Banda Api 73446 m². Tinggi di atas muka laut 641 m, …