G.Kelut terkenal sangat berbahaya karena letusannya selalu menelan banyak korban manusia. Asal dari bencana adalah adanya danau kawah di puncak gunung yang dilemparkan pada setiap letusan. Masa air ini bercampur dengan bahan vulkanik lepas turun sebagai aliran lumpur atau lahar letusan dan merusak segala yang dijumpainya.
Penyelidikan geofisika G.Kelud pada tahun anggaran 1985/1986 difokuskan pada metoda Potensial Diri, setelah melihat Peta Anomali intensitas magnit total G.Kelud yang dibuat 1979. Dari data kemagnitan, di dapatkan adanya suatu zona anomali negatif yang diinterpretasikan sebagai suatu manifestasi panas bawah permukaan, pada daerah antara Bambungan - G.Lirang, Jalur Margomulyo-Kawah.
Pemetaan geologi gunungapi Kelut dimaksudkan untuk mengumpulkan segala data geologi berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran bahan hasil erupsi gunung tersebut, yang dapat diterbitkan pada suatu peta geologi gunungapi, dan diharapkan dapat digunakan dalam penyelidikan lain.
Sebagai pelaksanaan kegiatan Tim Pengadaan Informasi dan Penyuluhan Vulkanologi, Proyek Penyuluhan Vulkanologi (P2V) sejak 10 Mei hingga 24 Mei 1985 telah dilakukan pengumpulan informasi lapangan mengenai kependudukan dan pemukiman di dalam Darah Terlarang dan Daerah Bahaya G.Kelut.
Gunung Sewu adalah salah satu contoh Topografi Karst didaerah Tropis yang terdiri dari ribuan bukit - bukit berbentuk kerucut dimana bukit - bukit ini dipisahkan satu sama lain oleh lembah - lembah yang bentuknya tidak teratur.
Pengecekan dan kalibrasi ini sangat perlu diadakan mengingat sebagian besar dari peralatan seismograph itu terdiri dari peralatan yang menggunakan component elektronika yang sering dapat berubah karakteristiknya akibat panas yang disebabkan oleh lamanya pemakaian yang terus menerus, sebab gangguan cuaca atau bisa juga berubah yang disebabkan oleh menurunnya tegangan power (batere).
G. Lamongan yang terletak dalam wilayah Kabupaten Probolinggo dan Lumajang mempunyai ketinggian 1651 dml. Diapit oleh G. Tengger yang merupakan sebuah kaldera dan G. Hiyang Argopuro, gunungapi yang sudah dianggap sudah padam.
Hasil pengamatan seismik Kawah Ijen sejak April sampai dengan November 1985 mencatat kegiatan gempa vulkanik setiap bulan sangat kecil begitu pula kegiatan gempa tektoniknya.
Tenaga pelaksana terdiri atas Ir. M.Z. Sjarifudin sebagai Kepala tim penyelidikan petrokimia G. Papandayan dibantu oleh Sdr.U.Saelan (tenaga pelaksana), Sdr. Dedy Supriadi (pengemudi) dan beberapa tenaga harian setempat (3 s/d 6 orang). Waktu tugas penyelidikan di lapangan antara lain di daerah kawah Papandayan, lereng sebelah barat, selatan dan tenggara serta di daerah medan laharan (sebelah l…
Pos pengamatan Gunungapi Guntur terletak di Desa Sirnajaya, guna mengetahui kegiatan kegempaannya telah dipasang pesawat seismograf HOSAKA. Pemasangan seismograf tersebut dimulai pada 20 September 1985 dengan satu komponen vertikal.