Untuk melaksanakan pemetaan topografi penulis menggunakan jalan dari Kp. Gunungputri/Cipanas, sebabnya adalah: a)Waktu perjalanan relatif tidak terlalu lama b) Pembantu lapangan tidak terlalu mahal c) Perjalanan tepat mencapai lokasi "Base camp" yang direncanakan.
Laporan ini disusun untuk mengetahui sampat di mana hasil latihan yang diberikan. Karena dengan latihan ini diharapkan ke mampuan tenaga-tenaga di Pos Pengamatan Gunungapi dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam perawatan seismograf makin baik. Seperti diketahui bersama bahwa pesawat tersebut merupa-kan salah satu alat yang terpenting yang dihadapi sehari-hari untuk memonitor kegiatan suatu g…
Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Kelut dalam masa pemeriksaan dibandingkan dengan tahun yang lalu.
Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.
Berhubung adanya desas desus bahwa pertengahan Oktober 1985 terjadi letusan Gn. Galunggung, maka penulis dan K. Resti kajaya dibantu Sdr. Kosim Al Sukar sebagai pengemudi D 3511 W ditugaskan ke Gn. Galunggung dengan Sppd No. 2399/P/85, selama 14 hari untuk mengadakan penelitian dan pemgukuran deformasi di sekitar G. Galunggung yaitu pada ketinggian 870 m dpl.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
Gunung Gede terletak pada lembar peta topografi no. 37/XXXIX-B, Juga lokasi daerah yang diukur masih pada lembar tersebut diatas. Posisi geografinya pada 6°47 LS 106°59' BT.
Gunungapi Galunggung yang baru saja meletus pada 1982-1983 me-rupakan daerah gunungapi ideal untuk mengadakan penelitian volkanostratigrafi dan petrologi batuan gunungapi.
salah satu tugas fungsi seksi instrumentasi untuk dapat menunjang pelaksaan kegiatan seksi lain terutama dalam hal peralatan penyelidikan gunungapi, maka tim instrumentasi menugaskan personil teknisinya untuk segera mlakukan pengecekan/pebaikan dan penyempurnaan peralatan tersebut
G. Ciremai adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat dan terletak pada batas tiga wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon.