Sulfat, aluminium dan besi merupakan komponen berkonsentrasi tinggi yang terdapat dalam air Danau Kawah Ijen dan dapat diambil untuk dimanfaatkan sebagai bahan yang berguna. Senyawa sulfat berasal dari hasil aktivitas magmatik gunung Ijen yang berupa gas SO2, H2S yang kemudian dengan adanya air permukaan dan oksigen/udara berubah menjadi asam Sulfat.
Aluminium dan besi merupakan logam berat yang terdapat dalam air kali banyupait dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Kedua unsur logam ini berasal dari hasil interaksi antara cairan asam yang terbentuk dari gas vulkanik Gunung Ijen dengan batuan permukaan atau yang dilalui oleh cairan tersebut. kandungan logam aluminium dan besi dalam air kali Banyupait yang tinggi menjadi sumber polutan yang…
Air Danau Kawah Ijen merembes melalui batuan piroklastik dan mengalir dalam air kali banyupait. Senyawa sulfat dalam air kali Banyupait yang berasal dari hasil aktivitas vulkanik gunung Ijen merupakan bahan yang konsentrasinya paling tinggi. Material lain yang juga berkonsentrasi tinggi adalah khlorida, gas karbondioksida, aluminium dan besi. Semua unsur/senyawa vulkanik yang terlarut dalam air…
Gunung ijen merupakan salah satu gunungapi aktif yang tumbuh pada tepian kaldera ijen yang mempunyai air danau kawah dengan derajat keasaman tinggi dengan PH kurang dari 0,50. Pada sisi bagian barat yang mengarah kehulu sungai banyupait dibangun infrastruktur berupa tanggul atau dam pada tahun 1921 dan telah direnovasi pada tahun 1986.
Dahulu kala gunungapi ini sangat besar bentuk fisiknya kemudian tercabik-cabik oleh letusan besar (violent eruption) dalam tiga periode yang diperkirakan mulai terjadi pada 3500 tahun lampau. Letusan terseut menghasilkan lubang yang sangat besar berukuran 19x21 km di bagian lantai dan 22x25 km di bagian atas yang kemudian dikenal dengan Kaldera Ijen (H.Sundoro, 1990).
Berdasarkan SPPD No.2289/P/84, penulis bersama para pengamat Gunungapi setempat mengadakan pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara Kw. Ijen.
Berdasarkan surat perintah dari Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi dengan SPPD No.111/P/86, penulis ditugaskan ke Kawah Ijen untuk mengadakan Pengamatan dan penyelidikan seismik gunungapi tersebut.Maksud dan tujuannya adalah untuk mengetahui kemungkinan adanya perubahan kegiatan Kawah Ijen. Disamping itu juga penulis melakukan pengukuran suhu air danau kawah, mataair panas da…
Hasil pengamatan seismik Kawah Ijen sejak April sampai dengan November 1985 mencatat kegiatan gempa vulkanik setiap bulan sangat kecil begitu pula kegiatan gempa tektoniknya.
Penulis bersama petugas lain ditugaskan ke Kw. Ijen oleh Pemimpin Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi, Direktorat Vulkanologi untuk melakukan pemeriksaan kawah dan suhu seluruh solfatara di Kw. Ijen. Tugas ini adalah untuk mengumpulkan data yang tampak di kawah dan suhu yang sangat diperlukan, sebagai sa-lah satu gejala untuk menentukan tingkat suatu kegiatan gunungapi.
Peninjauan dari Kawah Ijen telah dilangsungkan secara teratur. Hasil peninjauan itu telah digambarkan secara grafis. Apabila dibandingkan dengan tahun 1922, maka terlihat bahwa garis pembacaan skala ukuran dalam tahun 1923 menunjukan suatu perkembangan yang lain sama sekali daripada dalam tahun 1922.