Letusan yang tercatat dalam sejarah G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang termasuk klasifikasi tipe A, G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi 5 Kabupaten.
Gunungapi diartikan sebagai suatu bentuk timbunan dari muka bumi, pada umumnya berupa kerucut raksasa, kerucut terpancung, kubah, atau bukit yang diakibatkan oleh penerobosan magma ke muka bumi. Indonesia memiliki banyak gunungapi aktif, yang jumlahnya mencapai 129 buah atau kurang lebih 13% serluruh gunungapi di dunia, dan tidak menutup kemungkinan munculnya gunungapi baru.
Letusan yang tercatat dalam sejarah kegiatan G. Slamet dimulai pada tahun 1772, dan yang terbaru terjadi pada tahun 1992. Sebagai gunungapi aktif yang masuk klasifikasi tipe A,G. Slamet terletak pada suatu wilayah berpenduduk padat, bahkan merupakan gunungapi yang cakupan wilayahnya cukup luas yaitu meliputi lima Kabupaten.
Dalam rangka penginventarisasian sumberdaya gunungapi yang ada diseluruh wilayah Indonesia, maka perlu dilakukan berbagai penyelidikan, terutama penyelidikan yang berhubungan dengan pengumpulan data tentang seluruh sumberdaya gunungapi yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Salah satu penyelidikan yang akan dilakukan adalah inventarisasi sumberdaya air gunungapi slamet.
Perkembangan wilayah di sekitar G. Slamet, terutama daerah Purwokerto,Purbalingga,Pemalang dan Tegal, sebagai pusat pengembangan wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan Utara yang tumbuh dengan pesat. Hal ini karena adanya sarana pelabuhan laut di daerah selatan dan perkembangan aktifitas kelutan/perikanan di bagian utara pantai jawa; sementara kegiatan pariwisatanya yang ditunjang dengan adanya…
Gunungapi slamet merupakan gunungapi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah dengan ketinggian kira kira 3432 meter diatas permukaan laut. Berbentuk kerucut dan tampak simetris apabila terlihat dari sebelah timur dan memanjang dari bagian Utara dan Selatan, terletak di perbatasan Kabupaten Tk.II Pemalang, Brebes, Tegal, Banyumas dan Purbalingga.
Sejak akhir April 1999, G. Slamet baik secara seismik, visual dan hasil pengukuran suhu air panas di guci terjadi peningkatan kegiatan.
G. Slamet (3432 m di atas permukaan laut) terletak di provinsi Jawa Tengah, termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal dan Brebes. Kegiatan yang tercatat dalam masa sejarah tidak pernah menyebabkan suatu bencana yang menimbulkan korban manusia. Letusan hanya menyebarkan pasir dan abu saja, hanya beberapa kali di antaranya yang disertai lava pijar. Sekalipun demikian…
Kegiatan yang dilakukan pada pemeriksaan puncak kali ini adalah, mengambil conto pasir pada setiap kawah, conto batuan, conto tanaman, pengukuran suhu fumarola/solfatara, pemeriksaan keadaan kawah sekarang serta pengambilan foto - foto.
Dengan maksud untuk mengetahui untuk mengetahui adanya perubahan akibat kegiatan Gunung Slamet pada waktu ini dibandingkan dengan sebelumnya, perlu dilakukan pendakian ke puncak G. Slamet belum diamati secara tahap sehingga dengan adanya pemeriksaan secara periodik dapat diikuti perkembangan kegiatannya.