Kebijakan satu peta (KSP) merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya menyebarluaskan hasil hasil penyelidikan dalam bentuk peta tematik yang terpusat di Badan informasi Geospasial BIG. Dalam mendukung program tersebut maka diperlukan percepatan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada tingkat ketelitian peta skala 1:50000. Program KSP ini bertujuan untuk terpenuhinya satu peta yang mengacu pa…
Letusan besar 1991-1992 meninggalkan sumbat lava di dasar kawah. Sumbat lava ini terbongkar pada letusan Januari-Maret 2003 dan menghasilkan lubang baru di dasar kawah. Letusan lainnya terjadi pada tahun 2006, 2010 dan terakhir 2014. Kegiatan vulkanik G. Lokon saat ini terjadi pada kawah Tompaluan yang terletak pada pelana yang menhubungkan puncak G.Lokon dan G. Empung. Lokon sudah mengalami ti…
Kami memeriksa fase awal gempa letusan yang menyertai letusan vulkanik di gunungapi Lokon-Empung di Indonesia untuk mengungkap proses pemicu letusan eksplosif. pada 2012-2013, 56 letusan vulkanian di lokon empung diamati menggunakan jaringan pengamatan sementara yang terdiri dari empat seismometer broadband dan dua mikrofon infrasonik pada jarak 1,6-6,8 dari kawah aktif. Rekaman seismik dari se…
Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan di pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tahun anggaran 2015 bidang penyelidikan dan pengamatan gunungapi, dengan cara melakukan pemetaan geologi komplek kawah Sarongsong dan sekitarnya di kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian geologi yang pernah dilakukan di daerah ini umumnya baru bersifat pendahuluan d…
Letusannya G. Lokon cenderung bertipe letusan Strobolian-vulkanian. Produk Gunungapi Lokon atau di kawah tompaluan berupa lava, aliran piroklastik dan jatuhan piroklastik. Produk tersebut sangat membahayakan karena sangat dekat dengan aktivitas masyarakat. Bila terjadi letusan besar, maka bahaya utama letusan G. Lokon atau bahaya primer (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan pana…
Gunung Lokon merupakan gunungapi aktif, terletak di wilayah Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan vulkanik G. Lokon saat ini berada di Kawah Tompaluan yang terletak pada punggungan atau sadel antara puncak G. Lokon (1580 m) dan G. Empung (1340 m). Analisis risiko bencana gunungapi Lokon diperlukan untuk memperkirakan derajat risiko yang kemungkinan terjadi akibat erupsi gunungapi. Ana…
Letusannya G. Lokon cenderung bertipe letusan strombolian-vulkanian. Produk gunungapi lokon atau di kawah tompaluan berupa lava, aliran piroklastik dan jatuan piroklastik. Produk tersebut sangat membahayakan karena sangat dekat dengan aktivitas masyarakat. Bila terjadi letusan besar, maka bahya utama letusan G.Lokon atau bahaya primer (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan panas,…
Gunung lokon berlokasi di Tomohon-Sulawesi Utara merupakan salah satu gunungapi yang sering meletus. Berdasarkan bentuk morfologinya, Puncak Lokon berdampingan dengan puncak Empung dengan jarak antara keduanya 2,3 km sehingga merupakan gunung kembar, oleh karena itu sering disebut Kompleks Lokon-Empung. Pada punggunan (Sadel) antara G. Lokon dan Empung terdapat Kawah Tompaluan (1210 m dpl) yang…
Gunungapi Sempu digolongkan sebagai gunungapi Tipe B, karena sejak tahun 1600-an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini sangat erat hubungannya dengan aktivitas vulkanik yang berada disebelah selatan, diantaranya adalah G. Maniporok, G. Soputan, G. Tondorukem, G. Rindengan, G. Ketangan, G. Lembeyan dan G. Kawatak yang merupakan kompleks Kaldera Minahasa (van Padang, 1951). …
Aktivitas vulkanik dari kompleks G. Lokon-Empung saat ini terjadi pada kawah Tompaluan yang terletak di pelana antara kedua gunungapi tersebut. Meskipun aktivitas dari erupsi-erupsi yang terjadi saat ini dari kawah tersebut, tapi dikenal sebagai erupsi yang berasal dari G. Lokon. G. Lokon adalah kerucut gunungapi yang paling tinggi dan dengan mudah dikenali dari daratan sekitarnya bila dilihat …