Tinggi puncak lava 1974 adalah 2.845m (dari permukaan laut
Dari hasil pengukuran peda tahun 1967 tersebut dapat dilihat bah- wa memang nampak gejala perubahan medan magnet yang berhubungan dengan perubahan-perubahan kegiatan G. Merapi (SOEDJADI SASTROSOEGITO, 1968, h. 10). Dalam pencukuran yang aken datang dilakukan tiap-tiap bulan selama 10 hari.
Pada hokekatnya pengamatan magnet pada gunung api yang masih artip itu adalah suatu usaha mengikuti perubahan mag-not disekitar gunung api tersebut. Perubahan medan magnet itu sendiri bisa disebabkan karena adanya: (I) variasi harian (diurnal variation) (II) badai magnet (magnetic storm) (III) variani sokulor (secular variation) (IV) perubahan pembagian temperatur dalam dan sepanjan…
Sesuai dengan apa yang telah dirancanakan oleh Sekei Pengawaann Gunungapi dalam th. 1 REPELITA II, dilakuka lakukan pengamatan seianik terha dap gunungapi tipe à yang sudah lama istirshat, untok memeetahai ba mana kegiatan (gejala) seismik cunu unungapi
Sesuai dengan salah satu saraa jang tertjantun pada kesimpulsa laporan penulis: "Daerah Bahaja Sementara G. Gelunggung berdastrkaa Peta daa Pustaka" (1967), dinusin hudjaa achir tahun 1968 catara tgl. 6-11-Noventer, telah dilakukna pengukurta kenbali terhadap puatjak sunbat lava G. Djadi di G. Galunggung.
Daerah Bahaja disekitar Kp. Tjikondang dan Pandjagoan perlu diperluas hingga sampai batas Kp. Nagrok
Peristiwa letusan abu/kerikil dikompleks Ecoma (Kawah Ratu) mulai tgl 20 Djuli 1969, djam 07.15. Solfatara berasap kelabu tebal, bahan2 terlempar setinggi 75 0 100 mt, disekitar kawah.
Kunjungan ke G. papandayan dan G. Galunggung dimaksudkan untukmengetahui kegiatan volkanis dari kawah-kawahnya. Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 24 s/d 25 April di G. Papandayan dan tanggal 27 s/d 28 April di G. Galunggung.
Atas Permintaan Pimpinan Pengawasan Gunung Merapi di Jogjakarta (P. G. M.). Penulis bersama Sdr. Ato Djuhara, Sdr. Ismangun Surjo. ditugaskan Kepala Seksi Penelitian Gunungapi, untuk melengkapi dan sebagian merevisi peta daerah bahaya sekitar G. Merapi.
Tugas pengamatan ini dilakukan sehubungan dengan pemberitahu-an PEMERINTAH PROPINSI DJAWA BARAT melalui suratanja tgl.11 April 1969 dan 10 Djuli 1969, perihal Kawah Gunung Galunggung tidak mengeluarkan asap. Pengamatan ini dilakukan penulis beserta Sdr. LUKAS (Dinas Volkanologi, Direktorat Geologi) dengan didampingi oleh seorang pedjabat dari Kantor Ketjamatan Indihyang Tasikmalaja, pada tgl…