Diantara gunung-gunung berapi di Indonesia G. Merapilah yang paling aktif. Kalau kita melihat sejarah kegiatannya sejak tahun 1991 maka gunung api tersebut dalam jangka waktu 72 tahun lebih banyak bekerja daripada tidak.. Kecuali menurut kenyataan bahwa G. Merapi sering bekerja dan hampir tiap kegiatan menyemburkan awan panas, maka G. Merapi tergolong yang paling berbahaya di Indonesia.
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Bromo hanja melontarkan abu, lapili dan bom2 lava, berupa esplosi normal dalam kawah pusat. Lava tidak mengalir delen waktu seijarah. Kadang2 abunja merusak perkebunan disekitarnja, seperti halnja dalam tahun 1915 dan 1948
Sesuai dengan rentjana penulis, seperti diuraikan dalan karangannja jang lalu berdjudul "G. Tangkuban Perahu. Riwajat letusan dan bahaja-nja berdasarkan Peta dan Pustaka, sela ma bulan Agustus 1969, telah dilakukan penelitian dilapangan sekitar G. Tangkuban Perahu jang dewasa ini sedang menundjukkan gedjala kenaikan kegiatan magmanja.
pekerjaan yang dilakukan penulis yang dibantu oelh Sdr. Samud adalah pembuatan penampang melintang sepanjang sungai-sungai yang hulunya berasal dari sekiatar puncak Gunung Tangkuban Perahu.
Dalam peninjauan pada tanggal 14 Desember 1961, peninjauan menerangkan sbb: yang sudah selesai baru Rumah pesawat dan rumah agregaat.
Daerah Maribaja penampungan/pertemuan 4 buah sungai jang langsung ke S. Tjikapundung terus mengalir ke Selatan lewat tengah kota Bandung.
Hasil "aanpeilingen" tg.28-8-1974 dengan instrumen TOWILD No. 149356 dari pos plawangan (lihat Gb. I).
Sepandjang lembah S. Tjimudjja merupakan merupakan daerah bahaja sampai dimuara dengan S. Tjiasem
Penelitian Geomagnet di G. Merapi, Jawa Tengah, telah dimulai sejak tahun 1967 yang merupakan kerja sama antara Dinas Vulkanologi dengan seksi - seksi Esplorasi dan penelitian geofisika.