Asap kawah teramati putih tebal, tingginya natra 100 - 500 m di atas kawah, menurun dibanding minggu lalu. Suara gemuruh sudah tidak terdengar lagi. Gempa vulkanik dan tremor masih terekam oleh seismograf. Jumlah gempa vulkanik relatif sama dengan minggu lalu. Begitu pula amplituda tremor relatif sama yaitu antara 0,3 - 1,2 mm. Sedangkan gempa tektonik agak meningkat.
G. Inelika terletak di Kabupaten Ngada, Flores Tengah dengan Tinggi puncak G. Inelika 1559 m di atas muka laut. Satu-satunya letusan yang diketahui dalam sejarah yaitu terjadi dalam Nopember 1905. Letusan berlangsung selama 5 jam. letusan bersifat esplosif. Daerah yang langsung ditimpa oleh bahan lepasnnya adalah 106800 m2. Dalam kondisi normal tidak terlihat kepulan asap solfatara di kawahnya.
G. Ebulolo terletak di Flores Tengah, di Kabupaten Ngada, Kecamatan Bowae dan Maupongo. Sepanjang, kegiatannya G. Ebulobo tercatat sudah berulang kali mengadakan erupsi. Letusan besar pertama kali yang tercatat adalah pada th. 1830 yang mengakibatkan terbentuknya lava hitam Watu Kelli, sebelah utara G. Ebulobo. Periode letusa G. Ebulobo sangat bervariasi dengan selang letusan terpanjang adalah …
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 lempeng kerak bumi yaitu: lempeng Asia, lempeng Hindia-Australia dan lempeng Pasifik. Akibat tumbukan dari ketiga lempeng tersebut dapat menimbulkan jalur gunungapi aktif yang memanjang searah dengan zona tumbukan. Di sepanjang jalur tersebut Indonesia terdapat hampir 13% dari gunungapi dunia dan terkenal sebagai negara yang me…
Gunungapi Gede masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) yang merupakan objek wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun internasional. Sebagai wilayah yang merupakan lokasi gunungapi aktif yaitu G. Gede, wilayah Taman Nasional ini juga tidak luput dari potensi ancaman erupsi G. Gede dimasa datang.
Gunungapi Gede merupakan gunungapi aktif yang terletakdi wilayah kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Gunungapi ini berbatasan dengan Gunungapi Pangrango di sebelah barat dan utara. Pada arah lainnya di batasi oleh komplek gunungapi tua. Komplek G. Gede dibagi dalam tiga periode pembentukan pada masa lalu yaitu kegiatan G. Masigit-Pangrango.
Tangkubanparahu merupakan salah satu gunung api aktif strato tipe A terletak lebih kurang 15 km di sebelah utara Kota Bandung dan 30 km di selatan Kota Subang dengan ketinggian 2084 m diatas permukaan laut. Pada bagian puncaknya G. Tangkubanparahu terdapat 9 buah kawah. PAda saat ini aktivitas vulkanik tampak dominan berada di Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Baru dan Kawah Domas.
Gunungapi Kelud merupakan salah satu gunungapi aktif berbentuk strato dan menurut klasifikasi aktivitas termasuk tipe A, Gunung Kelud juga merupakan salah satu gunungapi yang sebelum bulan November 2007 mempunyai danau kawah di puncaknya, luas danau kawah lebih kurang 400.000 meter persegi dengan volume air 2,6 juta meter kubik.
Komplek Gunungapi Arjuno Welirang adalah salah satu gunungapi Tipe A yang mempunyai beberapa kerucut terdapat dipuncaknya. Kerucut-kerucut ini terbentuk karena perpindahan titik-titik erupsi yang terletak pada satu garis lurus berarah tenggara-barat laut, dimana pemunculannya dikontrol oleh adanya struktur sesar normal yang mempunyai puncak kerucut tersebut.
Gunungapi Dieng merupakan komplek gunungapi yang dikenal dengan kompleks Dieng. Kompleks ini memiliki banyak kawah, diantaranya Kawah Timbang, Kawah Sikidang, Kawah Upas, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sibanteng, dan KAwah Telogo Terus. Karakteristik erupsi G. Dieng berupa erupsi freatik, hembusan gas beracun, dan hembusan fumarola dari beberapa kawah yang ada di kawasan tersebut.