Dalam laporan lapangan ini penulis menitikberatkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung-kampung yang terletak disekitar jalur-jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala-gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 1975. Survey dilakukan oleh 2 petugas dan dilaksanakan selama 14 hari
In January ash eruptions accompanied by strong detanations took place 3x, viz. on the 15th, 21.00 loc time on the 17th 06.05 loc time and on the 21st 17.55 loc time. Rumblings were often heard, sometimes lasting for several hours. Glares could be observed at night. The mechanical "Spindler & Hoyer" observatory seismograph with horizontal component recorded 30 earthquakes incl 16 felt.
Dareah bahaya, lingkaran jari-jari 5 km dari titik letusan, termasuk kampung-kampung: ULU letak pada garis perbatasan. Dari situ melingkar terus ke Timur, Utara dan Barat, sehingga sampai di kampung PENA. Semua kampung-kampung di kaki gunung api ada dalam daerah bahaya
Gempa-gempa tektonik yang terasa sejak tanggal 10 agustus 1968 terutama didaerah donggala dan juga di Minahasa serta pulau-pulau Sangir Talaud dan sekitarnya, hingga saat di buatnya karangan ini , tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan Gunung Awu
De eerste berichten over de lang verwachte eruptie van de G. Roeang werden te Bandoeng op 12 Januari j.l ontvangen. Dit bericht was echter ninet voldoenda duidelijk om het eruptie verloop te bertuderen en een beeld van de gebeurtenissen te vormen
Karakter erupsi Gunungapi Inelika bersifat eksplosif atau efusif, letusan biasanya tidak berlangsung lama. Catatan sejarah letusan awalnya diketahui pada tahun 1905 dan baru terjadi letusan kembali pada tahun 2001. Pada tahun 1905 terjadi letusan eksplosif yang berlangsung selama 5 jam, letusan tersebut bersifat semi magmatik dengan material vulkanik melanda ke daerah timur laut.
Gunungapi Sirung merupakan gunungapi aktif yang terletak di bagian selatan pulau Pantar, di bagian timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi ini bertipe strato dengan kaldera berdanau. Dari sejarah aktivitasnya, sifat dari tiap erupsi G. Sirung hampir sama yaitu berupa erupsi erupsi freatik yang menghasilkan abu, lumpur dan batu (bom-bom vulkanik).
Dalam catatan sejarah, erupsi pertama G. Ile Werung diketahui pada tahun 1870 dan terakhir pada tahun 2013. Dalam interval 1870 sampai dengan 1951, erupsi-erupsi terjadi pada tahun 1870, 1910, 1948, 1949, 1950,1951 dan 1952 dengan pusat erupsinya di kawah Ille Adowajo dan kawah Ile Werung. Kemudian dalam interval 1973 sampai 2013 erupsi-erupsi terjadi pada tahun 1973, 1974, 1976, 1983, 1993, 19…
Letusan besar 1991-1992 meninggalkan sumbat lava di dasar kawah. Sumbat lava ini terbongkar pada letusan Januari-Maret 2003 dan menghasilkan lubang baru di dasar kawah. Letusan lainnya terjadi pada tahun 2006, 2010 dan terakhir 2014. Kegiatan vulkanik G. Lokon saat ini terjadi pada kawah Tompaluan yang terletak pada pelana yang menhubungkan puncak G.Lokon dan G. Empung
Gunungapi Ili Lewotolok merupakan gunungapi tipe strato yang aktivitasnya tercatat sejak tahun 1660 dimana letusan terakhir tercatat terjadi pada tahun 1920 (van Padang, 1951) dan letusan yang dianggap merusak daerah sekitarnya adalah letusan yang terjadi di kawah pusat pada bulan Oktober 1851 (van Padang, 1951). Setelah letusan tersebut muncul kawah baru (K2) dan tembusan-tembusan solfatara di…